Perang Dagang Berlanjut, Rupiah Mandek Rp14.240 per Dolar AS

CNN Indonesia | Senin, 19/08/2019 16:35 WIB
Perang Dagang Berlanjut, Rupiah Mandek Rp14.240 per Dolar AS Ilustrasi money changer. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.240 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot pukul 15.50 WIB, Senin (19/8) sore. Rupiah tercatat stagnan dibandingkan perdagangan Jumat (16/8) sore yakni Rp14.240 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan dolar AS di posisi Rp14.203 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin yakni Rp14.258 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.192 higga Rp14.240 per dolar AS.

Sore hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS, seperti dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen, yuan China sebesar 0,03 persen, dolar Singapura sebesar 0,06 persen, yen Jepang sebesar 0,2 persen, dan rupee India melemah 0,42 persen.


Di sisi lain, terdapat mata uang yang menguat terhadap dolar AS seperti ringgit Malaysia sebesar 0,02 persen, won Korea Selatan sebesar 0,03 persen, peso Filipina sebesar 0,08 persen, dan baht Thailand sebesar 0,24 persen. Mata uang negara maju juga mencatat pelemahan seperti dolar Australia sebesar 0,18 persen dan pundsterling Inggris seebsar 0,23 persen, namun euro menguat 0,12 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan rupiah awalnya cukup percaya diri setelah Presiden Joko Widodo optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 mencapai 5,3 persen di tengah gempuran ancaman resesi hingga perang dagang. Namun, rupiah kemudian loyo setelah pelaku pasar memusatkan kembali perhatiannya pada perang dagang antara AS dan China.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya belum siap melakukan perjanjian dagang dengan China. Terlebih, Trump percaya diri bahwa perang dagang dengan China belum memberikan mudarat bagi negaranya dan yakin ekonominya masih berjalan dengan baik. Hal ini mengisyaratkan belum ada titik terang bagi kedua negara untuk rekonsilisasi.

Kemudian, Huawei juga mendapat sorotan setelah Trump mengatakan tak ingin menjalankan bisnis dengan perusahaan yang mengancam keamanan nasional.

"Padahal sebelumnya, AS sedang mempersiapkan untuk memperpanjang lisensi yang memungkinkan Huawei membeli suku cadang dari perusahaan AS selama 90 hari," kata Ibrahim, Senin (19/8).

[Gambas:Video CNN] (glh/lav)