Bank BJB Songsong Era Perbankan Digital dengan 3 Strategi

Bank BJB, CNN Indonesia | Senin, 26/08/2019 23:04 WIB
Bank BJB Songsong Era Perbankan Digital dengan 3 Strategi Acara media gathering Bank BJB di Bali 23-25 Agustus 2019. (Dok. Bank BJB)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seiring pergeseran kehidupan ke arah digital, industri perbankan kini dituntut untuk terus berinovasi merespons kebutuhan konsumen.

Mereka yang lamban mengadaptasi perubahan, akan tergilas seiring berjalannya waktu. Namun tidak demikian bagi mereka yang adaptif.

Bank BJB menyatakan semangat untuk terus berubah ke arah lebih baik selalu menjadi fokus utama. Adaptasi teknologi pun menjadi kebutuhan yang bersifat niscaya agar bank bisa terus bertahan dan efisien. Apalagi kini keberadaan fintech kian nyata di depan mata.


Terpilihnya jajaran manajemen baru di Bank BJB juga diharapkan dapat mendorong kemajuan di tengah persaingan yang kian kompetitif dengan tuntutan perkembangan digital tersebut.

Saat ini, susunan jajaran direksi dipimpin oleh Yuddy Renaldi sebagai Direktur Utama bank bjb, Agus Mulyana sebagai Direktur Kepatuhan, Nia Kania sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Rio Lanasier sebagai Direktur IT, Treasury dan International Banking, Suartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel, Tedi Setiawan sebagai Direktur Operasional.

Sementara jajaran komisaris diisi Farid Rahman sebagai Komisaris Utama Independen, Eddy Iskandar Muda Nasution dan Muhadi sebagai Komisaris, serta Fahlino F. Sjuib dan Yayat Sutaryat sebagai Komisaris Independen bank bjb.

Di sela-sela acara Media Gathering di Bali 23-25 Agustus 2019, Yuddy Renaldi selaku Direktur Utama menyampaikan bahwa Bank BJB akan menerapkan tiga fokus utama sebagai strategi.

"Pertama adalah reposisi bisnis di mana Bank BJB akan mengembangkan bisnis pada sektor produktif yang mendorong perekonomian di masing-masing daerah khususnya di Jawa Barat dan Banten sambil tetap mempertahankan pangsa pasar dari captive market," katanya.

"Fokus kedua adalah reorganisasi yang tercermin dalam penyesuaian dalam struktur organisasi agar mendukung implementasi dari strategi yang ditetapkan perseroan."

"Sementara fokus ketiga adalah Re-Engineering Teknologi Informasi dengan memperkuat infrastruktur, penggunaan dan pengembangan teknologi yang tepat dari sisi waktu dan kualitas dengan memperhatikan aspek user experience dan customer behavior," kata Yuddy.

Perseroan saat ini tengah berfokus mengembangkan dan memperkuat layanan perbankan digital untuk percepatan bisnis dan peningkatan layanan kepada nasabah.

Lewat rencana pengembangan jangka pendek, Bank BJB akan melakukan akselerasi produk dan layanan elektronik serta digital banking termasuk pengembangan e-money server based untuk transaksi menggunakan QR Code, perluasan fitur dari mobile banking termasuk BJB Digi yang lebih user friendly, integrasi bisnis digital dengan perusahaan Fintech termasuk e-commerce dan self-service banking machine atau e-kiosk dan informasi melalui chat bot.

Sedangkan untuk pengembangan jangka panjang, Bank BJB akan mengoptimalkan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara lain digitalisasi layanan publik dan pemerintah serta mendukung Program Smart City.

Optimalisasi kolaborasi ini dilakukan di tengah berjalannya beberapa program kolaborasi dengan Pemerintah Daerah yang saat ini telah berlangsung, antara lain layanan PBB-P2, E-Samsat, T-Samsat, Samsat J'bret, Sambat, IBC dan KKP.

"Kami meyakini di dalam setiap perubahan akan selalu ada peluang dan tantangan untuk dihadapi. Bank BJB selalu menghadapi tantangan-tantangan baru ini dengan kacamata optimis dan menganggap hal tersebut sebagai ajang pembuktian bahwa Bank BJB memang merupakan perbankan yang adaptif dan dinamis dalam merespon kebutuhan masyarakat," ujar Yuddy. (vws)