Blue Bird Keluhkan Harga Mobil Listrik 'Selangit'

CNN Indonesia | Selasa, 27/08/2019 15:32 WIB
Blue Bird Keluhkan Harga Mobil Listrik 'Selangit' Ilustrasi taksi Blue Bird. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan taksi Blue Bird Group mengeluhkan mahalnya harga mobil listrik. Manajemen menyebut persoalan harga menjadi kendala untuk mempercepat penggunaannya sebagai armada taksi berlambang burung biru.

"Dari segi operasional, kami lebih baik (mobil listrik), tetapi harganya mahal banget," ujar Direktur Pemasaran Blue Bird Group Amelia Nasution di Menara Kadin, Selasa (27/8).

Saat ini, perusahaan mengoperasikan 25 unit mobil listrik keluaran pabrikan China BYD dan lima unit mobil listrik bermerek Tesla. Total investasinya mencapai Rp40 miliar, termasuk untuk pembangunan stasiun isi ulang baterai.

Memang, dalam hal biaya operasional, mobil listrik lebih murah hampir 35 persen dari biaya operasional mobil berbahan bakar minyak.

Hitung-hitungan operasional per unit kendaraan listrik memakan biaya Rp46.975.500 per tahun. Sementara, biaya operasional mobil berbahan bakar minyak senilai Rp71.722.500 per tahun.

Sayangnya, harga mobil listrik 6 kali lipat lebih mahal dibanding harga mobil berbahan bakar minyak untuk angkutan taksi. "Semoga (harga mobil listrik) bisa turun," katanya.

Selain itu, ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga masih terbatas. Padahal, stasiun isi ulang baterai penting bagi operasional kendaraan listrik.

Untuk itu, perusahaan juga bekerja sama untuk menyediakan stasiun pengisian baterai dengan PT PLN (Persero). Pembangunan stasiun memakan investasi sekitar Rp1 miliar per stasiun. Saat ini, perusahaan menyediakan 12 SPKLU di beberapa titik kumpul taksi.

Isi ulang baterai kendaraan juga bisa dilakukan di SPKLU yang baru tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Kuningan, Jakarta, serta kantor pusat Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Kami akan mulai beli banyak juga mobil listrik, tetapi dalam tahap ini kami sedang melihat bagaimana operasional kami, karena memang tidak banyak untuk charging-nya," imbuh Amelia.

Meski banyak kendala, perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan mobil listrik. Bagi Amelia, investasi mobil listrik adalah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.

Toh, dengan mobil listrik, perusahaan dapat membantu mengurangi emisi yang berdampak negatif terhadap lingkungan.
[Gambas:Video CNN]


(sfr/bir)