Kadin Usul Kendaraan Dinas Menteri Pakai Mobil Listrik

CNN Indonesia | Selasa, 30/07/2019 07:19 WIB
Kadin mengimbau pemerintah untuk mengganti kendaraan dinas menteri dengan mobil listrik. Hal itu untuk menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan industrinya. Ilustrasi. (Istockphoto/spyderskidoo).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengimbau pemerintah untuk mengganti kendaraan dinas menteri dengan mobil listrik usai peraturan terkait mobil listrik diteken.

Ketua Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengatakan perubahan mobil dinas menteri akan meningkatkan penggunaan mobil listrik di dalam negeri. Alhasil, industrinya juga akan berkembang di Indonesia.

"Iya menteri juga harus mencontohkan misalnya Camry tetapi Camry elektric car atau hybrid car. Jadi, nanti orang lihat bahwa negara serius memulai itu (mobil listrik)," kata Rosan, Senin (29/7).


Selain itu, pemerintah juga bisa bekerja sama dengan pihak swasta untuk menggratiskan biaya parkir mobil listrik di pusat perbelanjaan. Tak hanya itu, Rosan juga meminta agar insentif yang diberikan tak hanya dari sisi pajak.

"Memang kecil tetapi itu akan mendorong orang untuk mengubah ini dari kendaraan biasa ke listrik. Harus ada hal-hal seperti itu, tidak hanya insentif perpajakan saja,"tuturnya.

Diketahui, aturan terkait mobil listrik hingga saat ini belum rampung karena terkendala kajian terkait pemberian insentif untuk perusahaan yang mendirikan pabrik mobil listrik.

Dari kalangan usaha, kata Rosan, berharap agar beleid mengenai mobil listrik segera diteken oleh pemerintah. Pasalnya, hal itu akan berdampak positif bagi industri.

"Karena tren dunia itu memang arahnya ke situ (mobil listrik) sehingga Indonesia pun harus bergerak cepat untuk punya landasan menuju mobil listrik atau hybrid car," ungkap dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan aturan terkait mobil listrik itu akan dituangkan dalam bentuk peraturan presiden (perpres). Ia mengklaim pemerintah akan segera merilis perpres tersebut.

"Tidak lama, kemarin ada lagi lihat baru, kemarin baru balik dari China. Ada lagi menyangkut insentif buat orang yang mendirikan pabrik," papar Luhut.

Ia menambahkan bahwa perusahaan asal Jepang Softbank ingin berinvestasi untuk pengembangan mobil listrik di Indonesia. Luhut menyebut investasi tersebut meliputi produksi baterai litium serta infrastruktur mobil listrik.

"Pak Masayoshi (CEO Softbank Group Masayoshi Son) ingin berinvestasi lebih banyak di Indonesia terutama tentang mobil listrik, baterai litium dan beberapa platform lain tentang infrastruktur mobil listrik," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK