UOB: Ekonomi RI 6,5 Persen pada 2030 Berkat Generasi Milenial

CNN Indonesia | Kamis, 29/08/2019 09:35 WIB
UOB: Ekonomi RI 6,5 Persen pada 2030 Berkat Generasi Milenial Ilustrasi milenial. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank UOB Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 6,5 persen pada 2030 mendatang, ditopang oleh konsumsi domestik, terutama dari generasi milenial.

"Generasi milenial adalah generasi yang diharapkan bisa menjadi tulang punggung dan pendongkrak perekonomian selama 10 tahun ke depan," ujar Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja di Jakarta, Rabu (28/8).

Generasi milenial adalah generasi yang lahir pada periode 1980-2000. Dalam sepuluh tahun yang akan datang, sambung dia, pendapatan dan daya beli generasi milenial diperkirakan menanjak.

Berdasarkan riset UOB Indonesia, pendapatan riil kaum milenial selama periode 2010 - 2019 tumbuh 8,6 persen per tahun secara tingkat pertumbuhan bertahap (compound annual growth rate). Pertumbuhan itu di atas generasi lain yang cuma berkisar 3 hingga 5 persen.

Riset perusahaan juga menunjukkan 50 persen pendapatan generasi milenial dihabiskan untuk menjalankan gaya hidup '4S', yaitu Sugar (makanan dan minuman), Skin (perawatan), Sun (liburan dan hiburan), dan Screen (konsumsi layar digital).

Meningkatnya pendapatan dan kebutuhan belanja kaum milenial akan menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan berbagai bisnis. Hal itu akan berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi.

"Makanya, sekarang profesi seperti seniman kuliner dan barista menjamur karena permintaannya tinggi," jelas Enrico.

Melihat hal itu, tren pelemahan ekonomi global tak membuatnya khawatir terhadap imbasnya pada perekonomian Indonesia.

Di tengah gejolak global akibat perang dagang, perusahaan memperkirakan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) tahun ini masih bisa tumbuh 5,1 persen. Lalu, tahun depan, ekonomi akan melaju 5,2 persen.

"Pada jangka menengah, faktor-faktor seperti reformasi keberlanjutan di bidang ekspor manufaktur dan kebijakan investasi, serta pembelanjaan fiskal yang hati-hati akan membantu menjaga ekonomi dalam mencapai target pertumbuhan pemerintah sebesar 6 persen di 2024," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]


(sfr/bir)