Sebelumnya, penyelamatan Bank Century melalui dana talangan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) di kemudian hari dipersoalkan dan menjadi salah satu skandal keuangan besar di Indonesia. Penyelamatan itu dilakukan karena status bank yang dianggap sebagai bank gagal berdampak sistemik.
Dalam kasus Bank Century, KPK menjerat mantan Deputi Gubernur BI Bidang IV Kebijakan Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya atas tuduhan korupsi dana talangan sebesar Rp6,7 triliun yang dinilai merugikan negara. Budi kemudian dihukum 15 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA) di tingkat kasasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah pulang, ia bertanya terkait kondisi Bank Century kepada orang-orang yang memahami dunia perbankan, salah satunya Agus. Masukan itu diperlukannya karena kala itu ia mengurusi banyak hal, salah satunya harga minyak dunia yang melesat hingga US$100 per barel.
"Saya tanya kepada begawan-begawan perbankan, ceritalah banyak cerita di belakangnya mengenai Century itu seperti apa," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Dalam mengambil keputusan penyelamatan Bank Century, sambung ia, pengambil keputusan memilih opsi yang paling rendah biayanya di tengah gejolak perekonomian dan krisis kepercayaan.Terlebih, kala itu, pemerintah belum mengadopsi kebijakan penjaminan 100 persen dana nasabah di bank (blanket guarantee).
Salah satu opsinya adalah bank yang dalam kondisi sehat mengambil alih bank yang dalam kondisi 'sakit'. Ia pun menanyakan opini Agus soal hal itu dan mendapatkan peringatan dari mantan Dirut Mandiri tersebut.
"Beliau (Agus) mungkin melihat saya kasihan ada menteri keuangan yang mesti dikasih tahu bahwa ini ada bank yang banyak sekali history di belakang," paparnya.
Bagi Sri Mulyani, Agus adalah sosok yang profesional, berintegritas, dan mengedepankan tata kelola yang baik. Nilai-nilai itu sama dengan yang dianut oleh mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini.
"Makanya, dia (Agus) mengingatkan," ujarnya.