Kisah Sri Mulyani 'Dinasihati' Agus Martowardojo Soal Century

CNN Indonesia | Senin, 02/09/2019 19:57 WIB
Kisah Sri Mulyani 'Dinasihati' Agus Martowardojo Soal Century Menteri Keuangan Sri Mulyani dan mantan Gubernur BI Agus Martowardojo. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ia pernah mendapatkan peringatan dari mantan gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo saat mempertimbangkan opsi penyelamatan PT Bank Century pada 2008 silam. Kala itu, Agus masih menjabat sebagai CEO PT Bank Mandiri (Persero).

Sebelumnya, penyelamatan Bank Century melalui dana talangan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) di kemudian hari dipersoalkan dan menjadi salah satu skandal keuangan besar di Indonesia. Penyelamatan itu dilakukan karena status bank yang dianggap sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Dalam kasus Bank Century, KPK menjerat mantan Deputi Gubernur BI Bidang IV Kebijakan Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya atas tuduhan korupsi dana talangan sebesar Rp6,7 triliun yang dinilai merugikan negara. Budi kemudian dihukum 15 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA) di tingkat kasasi.


"Singkat kata, ia (Agus) sebetulnya memberikan peringatan kepada saya bahwa ini (masalah Bank Century) bukan hanya masalah bank saja tetapi ada masalah governance (tata kelola)," ujar Sri Mulyani saat menghadiri peluncurun buku biografi 'Agus Martowardojo Sang Pembawa Perubahan' di Gedung Thamrin Bank Indonesian (BI), Senin (2/9).

Pada krisis keuangan 2008, sambung Sri, terdapat dua bank yang berada dalam pengawasan karena dalam kondisi tidak sehat. Bank tersebut adalah anak usaha BI di Belanda Bank Indover dan Bank Century.

Ia mendapatkan kabar Bank Century terbelit krisis dan ditakutkan berdampak sistemik pada saat ia mempersiapkan pertemuan G20 di Washington DC, AS, pada 2008 lalu.

Setelah pulang, ia bertanya terkait kondisi Bank Century kepada orang-orang yang memahami dunia perbankan, salah satunya Agus. Masukan itu diperlukannya karena kala itu ia mengurusi banyak hal, salah satunya harga minyak dunia yang melesat hingga US$100 per barel.

"Saya tanya kepada begawan-begawan perbankan, ceritalah banyak cerita di belakangnya mengenai Century itu seperti apa," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
Dalam mengambil keputusan penyelamatan Bank Century, sambung ia, pengambil keputusan memilih opsi yang paling rendah biayanya di tengah gejolak perekonomian dan krisis kepercayaan.Terlebih, kala itu, pemerintah belum mengadopsi kebijakan penjaminan 100 persen dana nasabah di bank (blanket guarantee).

Salah satu opsinya adalah bank yang dalam kondisi sehat mengambil alih bank yang dalam kondisi 'sakit'. Ia pun menanyakan opini Agus soal hal itu dan mendapatkan peringatan dari mantan Dirut Mandiri tersebut.

"Beliau (Agus) mungkin melihat saya kasihan ada menteri keuangan yang mesti dikasih tahu bahwa ini ada bank yang banyak sekali history di belakang," paparnya.

Bagi Sri Mulyani, Agus adalah sosok yang profesional, berintegritas, dan mengedepankan tata kelola yang baik. Nilai-nilai itu sama dengan yang dianut oleh mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini.

"Makanya, dia (Agus) mengingatkan," ujarnya.

(sfr/agt)