PUPR Gelontorkan Rp4 T Untuk Bedah Rumah Rakyat Miskin

CNN Indonesia | Selasa, 03/09/2019 14:20 WIB
Kementerian PUPR akan menggelontorkan Rp4,36 triliun untuk melaksanakan program bedah rumah. Sasaran rumah yang ingin dibedah sebanyak 175 ribu unit. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah akan menggelontorkan anggaran Rp4,36 triliun untuk program bedah rumah masyarakat miskin pada 2020 mendatang. Anggaran tersebut dialokasikan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan sasaran rumah masyarakat miskin yang akan dibedah dengan anggaran tersebut mencapai 175 ribu unit. Jumlah rumah yang akan dibedah tersebut terdiri dari dua kategori.

Pertama, bedah rumah dengan sifat pembangunan baru yang dilakukan karena rumah tidak layak huni sebanyak 25.365 unit. Kedua, peningkatan kualitas rumah  sebanyak 150 ribu unit.


"Hal ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kami harapkan upaya ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman," kata Basuki seperti dikutip dari website Kementerian PUPR, Selasa (3/9).

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan dalam melaksanakan program bedah rumah, bantuan tersebut tidak diberikan secara tunai. Tapi katanya, bantuan diberikan dalam bentuk bahan bangunan.

Sementara itu, pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat. Masyarakat membentuk kelompok untuk memperbaiki atau membangun rumah secara gotong royong. Sebagai informasi, Kementerian PUPR rencananya mendapatkan anggaran Rp 120,21 triliun pada 2020 mendatang.

Selain untuk sektor perumahan, anggaran juga akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur lain.

Rinciannya, untuk infrastruktur sumber daya air sebesar Rp 43,97 triliun, konektivitas sebesar Rp 42,95 triliun, permukiman sebesar Rp 22 triliun, perumahan sebesar Rp 8,48 triliun, pembinaan konstruksi Rp 725 miliar, Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebesar Rp 525,18 miliar, Penelitian dan Pengembangan sebesar Rp 452 miliar dan pengembangan infrastruktur wilayah, pengawasan dan dukungan manajemen sebesar Rp 831,19 miliar.

[Gambas:Video CNN] (agt/agt)