Hal itu diketahui dari hasil pembicaraan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dengan perwakilan CRCC di kantornya, Senin (2/9) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, manajemen menjelaskan kapasitasnya dalam mengerjakan kereta api semi cepat hingga kencang.
"Mereka bilang (pembangunan) ke mana saja. Saya bilang ok, bagus," ujar Luhut di kantornya, Selasa (3/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau menurut saya, kami selesaikan dengan Jepang dulu tentu dengan suatu perjanjian yang berimbang dan cepat dan kita (Indonesia) mendapatkan kemanfaatan di antaranya Tingkat Kandungan Dalam Negeri," jelasnya.
Studi kelayakan dilakukan oleh Badan Kerjasama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA). Targetnya, proses FS rampung dalam 2 tahun namun pemerintah ingin agar Jepang bisa merampungkannya dalam tempo 1 tahun.
"Hari Kamis (5/9), kami akan rapat dengan Pak Wapres (Jusuf Kalla) untuk membahas mengenai jadwal, lingkup pekerjaan dan segala sesuatu yang memperjelas dan mempercepat program ini (kereta semi cepat Jakarta-Surabaya)," ujarnya.
"Sopan-santunnya kami memberikan kesempatan kepada Jepang. Kalau Jepang tidak memberikan performance (kinerja) yang baik baru kami lakukan (penawaran ke China)," tuturnya.
Sebagai informasi, rencananya, Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya ditargetkan bisa melaju dengan kecepatan rata-rata 145 kilometer per jam. Dengan kecepatan tersebut diharapkan jarak tempuh antar kedua kota besar itu bisa ditempuh hanya dalam waktu 5 jam 30 menit.
[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)