Kredit UKM Loyo, Bank Mandiri Proses Pengajuan Utang Kilat

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 07:54 WIB
Kredit UKM Loyo, Bank Mandiri Proses Pengajuan Utang Kilat Ilustrasi Bank Mandiri. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tengah membangun sebuah platform baru guna mempercepat proses pengajuan kredit yang diajukan oleh nasabah. Hal itu dilatarbelakangi oleh pertumbuhan kredit Usaha kecil menengah (UKM) atau Small Medium Enterprise (SME) yang sampai saat ini masih satu digit.

Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan mengatakan perusahaan menargetkan kredit UMKM meningkat dua digit tahun ini. Namun, hal itu sulit direalisasikan lantaran proses pengajuan kredit perusahaan yang terbilang masih lambat.

"Pertumbuhan UKM masih satu digit, target kami dua digit. Masalahnya bukan di pasar tapi proses bisnis kami belum bisa bersaing. Itu makanya kami sedang bangun platform baru supaya kecepatan proses bisnis kami bisa menyaingi pesaing," papar Donsuwan, Rabu (4/9).


Platform itu nantinya bisa mengambil data lebih lengkap dibandingkan dengan data yang selama ini diperoleh relationship manager kredit (RM kredit). Selain itu, waktu pengajuannya pun akan lebih cepat.

"Kalau dia nasabah lama mungkin hitungannya satu hari, kalau nasabah baru bisa tujuh hari. Biasanya ya lebih dari itu," ujar Donsuwan.

Menurutnya, salah satu hal yang membuat proses pengajuan kredit menjadi lama adalah data yang dimiliki oleh pelaku UKM tak lengkap. Sebagai contoh, UKM biasanya tak memiliki laporan keuangan yang dijadikan patokan perbankan untuk memberikan kredit.

"Jadi misalnya datang ke UKM kami tanya laporan keuangan kan tidak ada. Nah itu tingkat kesulitan di situ. Bayangkan kalau cari data ke UKM, wawancara dulu baru susun laporan keuangan. Itu kan lama, nah nanti bisa kami tracking dari data transaksi dia," jelas Donsuwan.

Rencananya, platform itu akan diuji coba pada November 2019. Bila berhasil, maka perusahaan akan mulai menggunakannya untuk pengajuan kredit UKM pada tahun depan.

[Gambas:Video CNN]
"Dampaknya tahun ini belum, kan November baru uji coba. Tahun depan kami harapkan bisa berikan dampak ke pertumbuhan kredit UKM," terang Donsuwan.

Sementara itu, Donsuwan mengklaim bunga kredit yang ditawarkan perusahaan bukan menjadi soal bagi pelaku UKM untuk mengajukan kredit. Sebab, angkanya bervariasi dari 8 persen sampai 11 persen.

"Bunga kredit tidak melulu bergantung pada suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Tapi risiko dan bagaimana transaksi nasabah. Bisa ada yang dapat 8,5 persen tergantung risiko," paparnya.

Sebagai informasi, Bank Mandiri mencatat kredit UKM pada semester I 2019 sebesar Rp56 triliun. Angka itu hanya naik 5,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp53,6 triliun.

(aud/agt)