"Iya pada Agustus 2019 ini kreditnya mungkin menjadi kol 2," ungkap Direktur Tresuri dan Internasional BNI Bob Tyasika Ananta, Jumat (30/8).
Bon menyatakan total kredit yang dikucurkan untuk Duniatex Group sebesar Rp500 miliar. Jumlahnya disebut-sebut lebih kecil dibandingkan dengan kredit korporasi lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ekonom Indef Faisal Basri mengisyaratkan kondisi kelompok usaha Duniatex merupakan cerminan dari industri tekstil nasional yang tengah babak belur. Disebut babak belur karena dukungan pemerintah yang kurang, terlihat dari regulasi yang menghujani industri tekstil.
Dibandingkan negara-negara lain, regulasi di industri tekstil nasional termasuk yang paling banyak dan paling ketat. Tidak kurang dari 70 regulasi membatasi ruang gerak industri tekstil nasional. "Wajar, mereka (pelaku industri) ngos-ngosan," terang Faisal.
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat tak menampik bahwa pemerintah belum sepenuhnya mendukung perkembangan industri tekstil nasional. Salah satu indikatornya, yakni nilai bea impor untuk produk bahan baku tekstil tidak merata.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)