Harga Ayam Anjlok ke Rp8.000 per Kg, Peternak Kembali Protes

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 11:17 WIB
Peternak kembali mengeluhkan harga ayam hidup yang anjlok. Sebelumnya, mereka pernah menyampaikan keluhan serupa pada Juni 2019. Peternak kembali mengeluhkan harga ayam hidup yang anjlok. Sebelumnya, mereka pernah menyampaikan keluhan serupa pada Juni 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peternak kembali mengeluhkan harga ayam hidup yang anjlok. Sebelumnya, mereka pernah menyampaikan keluhan serupa pada Juni 2019.

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi mengungkapkan ayam di tingkat peternak menyentuh harga terendahnya di level Rp8.000 per kilogram (Kg) pada Agustus 2019.

"Selama kurun waktu 9 bulan pada 2019, usaha perunggasan mengalami dua kali gelombang tsunami anjloknya harga ayam hidup di tingkat peternak," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/9).


Ia menduga jatuhnya harga ayam di tingkat peternak disebabkan oleh kelebihan pasokan ayam di lapangan. Kondisi ini serupa dengan situasi pada Juni lalu.

"Berbagai upaya dilakukan dan disuarakan peternak kepada pemerintah, termasuk upaya antisipasi untuk menjaga kestabilan harga ayam hidup. Namun tak pernah ada solusi yang jitu dan berkepanjangan," keluhnya.

Ia mengungkapkan peternak sangat merugi atas kondisi tersebut. Pasalnya, harga ayam terpaut jauh dengan harga pokok produksi (HPP) yang diklaim mencapai Rp18 ribu per kg.

Tingginya HPP dipicu tingginya harga komponen sarana produksi ternak meliputi pakan dan Day Old Chick (DOC) atau anak ayam umur sehari. Saat harga ayam di tingkat peternak turun, harga sarana produksi ternak tetap tinggi.

Harga pakan, sambung dia, bertengger di harga Rp6.800-Rp7.400 per kg. Sementara pakan merupakan komponen terbesar dalam usaha budidaya ayam.

"Padahal pemerintah selalu gembar-gembor produksi jagung sebagai bahan utama pakan ternak surplus bahkan sampai dilakukan ekspor," ujarnya.

Tak jauh berbeda, harga DOC juga masih melambung. Tercatat sejak Agustus 2018 harga DOC sebesar Rp6.600-Rp6.100 per ekor. Harganya baru turun pada periode Juni-Agustus 2019 ke posisi Rp4.000 per ekor.

"Itu pun belum membantu karena harga ayam hidup anjlok ke titik terendah," katanya.

Anehnya, kejatuhan harga ayam di tingkat peternak tak disertai dengan penurunan harga daging ayam potong di tingkat konsumen.

Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) harga daging ayam tembus Rp30.350 per kg pada Rabu (4/9). Posisi ini naik Rp50 per kg dari akhir Agustus yang tercatat sebesar Rp30.300 per k

[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK