"Harapan kami semua tuntas pada 2020, sampai ujung akhir tol ini," jelas Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit dikutip dari Antara Kamis (5/9).
Meskipun optimistis, namun kecepatan pembangunan tetap tergantung pada proses pelepasan lahan. Sehingga, ia sangat membutuhkan kerja sama dari pemilik lahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tol Cisumdawu memiliki panjang 60,47 kilometer (km) dan menelan investasi hingga Rp8,41 triliun. Tol ini memiliki enam seksi yakni Seksi I Cileunyi-Rancakalong, Seksi II Rancakalong-Sumedang, Seksi III Sumeedang-Cimalaka, Seksi IV Cimalaka-Legok, Seksi V Legok-Ujung Jaya, dan Seksi VI Ujung Jaya-Dawuan.
Seksi I dan II proyek jalan tol digarap Kementerian PUPR, sementara seksi III hingga VI digarap oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada, PT Jasa Sarana, PT Brantas Abipraya, PT PP (Persero), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)