Jouska Sarankan Para CEO Investasi pada Surat Utang dan Saham

CNN Indonesia | Minggu, 08/09/2019 00:25 WIB
Jouska Sarankan Para CEO Investasi pada Surat Utang dan Saham Sejumlah pembicara mengisi acara CEO Club yang diselenggarakan oleh Duta Bangsa bekerja sama dengan Creativepreuneur Event Creator, Sabtu (7/9). (CNN Indonesia/Ulfa Arieza).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mengelola sebuah perusahaan bukan hal yang mudah karena membutuhkan keterampilan agar perusahaan bisa terus berkelanjutan (sustainable). Salah satu keterampilan yang tidak boleh luput bagi Chief Executive Officer (CEO) adalah pengelolaan finansial lantaran keuangan adalah nadi perusahaan.

Founder dan CEO Jouska Indonesia, Aakar Abiyasa mengungkapkan hal mendasar yang harus dilakukan oleh CEO dalam mengelola keuangan adalah membedakan antara uang perusahaan dan kantong pribadinya. Setelah memilah uang pribadi dan uang perusahaan, CEO harus menentukan instrumen investasi yang tepat.

Sebagai seorang perencana keuangan, ia menyarankan para CEO untuk menginvestasikan modalnya kepada saham atau surat utang (bonds).


"Kalau produk saya selalu straight to the poin, CEO investasi langsung pada bonds sama saham langsung. Karena di saham dan bonds juga mengasah keterampilan sebagai investor atau pengusaha sendiri. Jadi opsinya dua itu saja," katanya dalam acara CEO Club yang diselenggarakan oleh Duta Bangsa bekerja sama dengan Creativepreuneur Event Creator, Sabtu (7/9).
Ia menuturkan alasannya menyarankan investasi pada saham dan bonds lantaran dua instrumen investasi itu menuntut seseorang tak sekadar mencari imbal hasil alias return. Secara bersamaan, investasi pada saham dan bonds mengasah keterampilan CEO perusahaan.

Pasalnya, ketika memilih saham maupun bonds investor harus memiliki pengetahuan tentang sentimen yang mempengaruhi saham, tren pergerakan saham, historis kinerja saham, dan sebagainya.

Secara tidak langsung, investor harus mengantongi pemahaman dan pengetahuan tentang kondisi perekonomian yang tentunya berimbas positif bagi kebijakannya dalam mengelola perusahaan.

"Menjadi investor bukan hanya masalah return. Tapi juga mengasah kemampuan. Lebih melek dan tahu langsung kondisi. Jadi siapapun itu apapun latar belakangnya produknya hanya dengan stock dan bonds," jelasnya.

Sayangnya, lanjut dia, tak banyak CEO perusahaan yang memiliki pemahaman komprehensif terkait investasi di saham dan bonds. Kondisi itu yang melatarbelakangi Aakar mendirikan perusahaan jasa konsultasi finansial Jouska Indonesia.
Melalui Jouska Indonesia, ia membagikan pengalaman dan pengetahuannya seputar perencanaan keuangan.

Tak hanya memberikan layanan konsultasi keuangan kepada klien, Jouska Indonesia juga rajin membagikan pengetahuan tentang perencanaan keuangan dan investasi melalui lama media sosialnya, baik Instagram, Twitter, maupun Facebook.

Aakar mengklaim banyak masyarakat yang merasa terbantu dalam merencanakan keuangan dengan kehadiran Jouska Indonesia.

"Banyak orang yang memberikan direct message atau testimoni kalau mereka jadi berubah gara-gara Jouska Indonesia, mereka jadi menabung dan berpikir apa yang harus dilakukan dengan keuangan mereka," tuturnya.

Ia mengatakan Jouska Indonesia telah memiliki klien lebih dari 5.000 orang. Mayoritas atau sebanyak 85 persen dari mereka merupakan masyarakat berusia 30 tahun ke atas. Selain itu, dari berbagai seminar yang diadakan Jouska Indonesia berhasil dihadiri oleh 12 ribu masyarakat.

Meskipun dikemas secara milenial, ia menyatakan Jouska Indonesia sebetulnya lebih menyasar kelas pekerja atau kelas pendapatan menengah.

"Kami mau kelas menengah ini, kami encourage (mendorong) mereka untuk investasi dan aware dengan pengeluaran serta lebih hati-hati ambil keputusan keuangan," katanya.
Di samping melalui platform semacam Jouska Indonesia, ia juga menyambut baik pelaksanaan seminar atau workshop CEO Club yang diselenggarakan oleh Duta Bangsa bekerja sama dengan Creativepreuneur Event Creator.

"Event hari ini menjawab jadi maksudnya kita buat progress mereka mau belajar. Karena jujur, dari kasus yang saya temukan sebagian besar belum paham secara komprehensif jadi memang perlu proses," tuturnya.

Ia menilai dengan event semacam CEO Club, para pimpinan perusahaan maupun masyarakat umum bisa belajar lebih banyak dari pengalaman pimpinan perusahaan yang sukses mengelola keuangan perusahaan. CEO Club dihadiri oleh 80 persen masyarakat Jabodetabek dan sisanya dari luar Jabodetabek misalnya Medan, Bandung, Surabaya, dan Jambi.

Acara CEO Club berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu, 7 September 2019 - Minggu, 8 September 2019. Selain Aakar, acara ini dihadiri oleh tokoh sukses lainnya yang membagi pengalaman sukses mereka antara lain, Putri Tanjung, Deddy Corbuzier, Gita Wirjawan, Wishnutama, Raditya Dika, dan Gaery Undarsa. (ulf/age)