Founder dan CEO Jouska Indonesia, Aakar Abiyasa mengungkapkan hal mendasar yang harus dilakukan oleh CEO dalam mengelola keuangan adalah membedakan antara uang perusahaan dan kantong pribadinya. Setelah memilah uang pribadi dan uang perusahaan, CEO harus menentukan instrumen investasi yang tepat.
Sebagai seorang perencana keuangan, ia menyarankan para CEO untuk menginvestasikan modalnya kepada saham atau surat utang (bonds).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, ketika memilih saham maupun bonds investor harus memiliki pengetahuan tentang sentimen yang mempengaruhi saham, tren pergerakan saham, historis kinerja saham, dan sebagainya.
"Menjadi investor bukan hanya masalah return. Tapi juga mengasah kemampuan. Lebih melek dan tahu langsung kondisi. Jadi siapapun itu apapun latar belakangnya produknya hanya dengan stock dan bonds," jelasnya.
Sayangnya, lanjut dia, tak banyak CEO perusahaan yang memiliki pemahaman komprehensif terkait investasi di saham dan bonds. Kondisi itu yang melatarbelakangi Aakar mendirikan perusahaan jasa konsultasi finansial Jouska Indonesia.
Lihat juga:Pilih-pilih Opsi Membiayai Pendidikan Anak |
Tak hanya memberikan layanan konsultasi keuangan kepada klien, Jouska Indonesia juga rajin membagikan pengetahuan tentang perencanaan keuangan dan investasi melalui lama media sosialnya, baik Instagram, Twitter, maupun Facebook.
Aakar mengklaim banyak masyarakat yang merasa terbantu dalam merencanakan keuangan dengan kehadiran Jouska Indonesia.
"Banyak orang yang memberikan direct message atau testimoni kalau mereka jadi berubah gara-gara Jouska Indonesia, mereka jadi menabung dan berpikir apa yang harus dilakukan dengan keuangan mereka," tuturnya.
Ia mengatakan Jouska Indonesia telah memiliki klien lebih dari 5.000 orang. Mayoritas atau sebanyak 85 persen dari mereka merupakan masyarakat berusia 30 tahun ke atas. Selain itu, dari berbagai seminar yang diadakan Jouska Indonesia berhasil dihadiri oleh 12 ribu masyarakat.
Meskipun dikemas secara milenial, ia menyatakan Jouska Indonesia sebetulnya lebih menyasar kelas pekerja atau kelas pendapatan menengah.
"Kami mau kelas menengah ini, kami encourage (mendorong) mereka untuk investasi dan aware dengan pengeluaran serta lebih hati-hati ambil keputusan keuangan," katanya.
"Event hari ini menjawab jadi maksudnya kita buat progress mereka mau belajar. Karena jujur, dari kasus yang saya temukan sebagian besar belum paham secara komprehensif jadi memang perlu proses," tuturnya.
Ia menilai dengan event semacam CEO Club, para pimpinan perusahaan maupun masyarakat umum bisa belajar lebih banyak dari pengalaman pimpinan perusahaan yang sukses mengelola keuangan perusahaan. CEO Club dihadiri oleh 80 persen masyarakat Jabodetabek dan sisanya dari luar Jabodetabek misalnya Medan, Bandung, Surabaya, dan Jambi.
Acara CEO Club berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu, 7 September 2019 - Minggu, 8 September 2019. Selain Aakar, acara ini dihadiri oleh tokoh sukses lainnya yang membagi pengalaman sukses mereka antara lain, Putri Tanjung, Deddy Corbuzier, Gita Wirjawan, Wishnutama, Raditya Dika, dan Gaery Undarsa. (ulf/age)