Molor Lagi, Tol Layang Japek II Baru Bisa Dipakai Natal 2019

CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 17:39 WIB
Molor Lagi, Tol Layang Japek II Baru Bisa Dipakai Natal 2019 Ilustrasi pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyatakan Jalan Tol Layang (Elevated) Jakarta- Cikampek II baru bisa beroperasi pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2019. Itu berarti, target operasional tol bernilai investasi Rp13,5 triliun itu kembali molor.

"Untuk elevated (Tol Layang Japek II) kami rencanakan akhir tahun di Nataru sudah bisa dioperasikan, sudah bisa dipakai," kata Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal, Rabu (21/8).

Ia menuturkan perkembangan pembangunan Tol Layang Japek II mencapai 92-94 persen saat ini. Sebelumnya, PT Jasa Marga Jalanlayang Cikampek (JJC) sebagai pengelola menargetkan pekerjaan konstruksi jalan tol sepanjang 36,4 kilometer (Km) itu bisa rampung pada akhir September nanti.


Sementara itu, Menteri pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan Tol Layang Japek II selesai dan diresmikan November 2019.

"Kami mau aman semuanya, yang paling visible akhir tahun beroperasi. Nataru sudah dipakai," tegasnya.

Mengenai besaran tarif, menurut dia tengah dikaji oleh pemerintah. Saat ini, belum ada penetapan tarif.

"Kami sedang menunggu keputusan pemerintah mengenai tarif Jakarta Cikampek elevated, karena masih dikaji oleh pemerintah," tuturnya.

Untuk diketahui, proyek ini adalah bentuk kerja sama operasi (KSO) antara PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk yang menandatangani kontrak dengan PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC), selaku anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang menjadi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

[Gambas:Video CNN]
Waskita Karya merupakan pemegang saham mayoritas, yakni 51 persen dalam KSO ini. Sementara, Acset Indonusa menggenggam 49 persen saham di proyek ini.

Mulanya, pemerintah menargetkan pembangunan tol rampung pada Maret 2019, lalu molor ke Juni atau Juli tahun ini. Hingga akhirnya operasional kembali mundur pada libur natal dan tahun baru.

Selain Tol Layang Japek II, perusahaan pelat merah itu juga menargetkan beberapa ruas jalan tol bakal selesai pada akhir tahun ini. Tol tersebut antara lain, Balikpapan-Samarinda, Pandaan-Malang seksi Singosari-Malang, sebagian Cinere-Serpong, dan sebagian Serpong-Kunciran.

"Kami target akhir tahun selesai," katanya.

Mengutip keterangan resmi perseroan, sepanjang semester I 2019, perseroan berhasil menambah operasional jalan tol sepanjang 41,46 Km. Meliputi, Tol Medan Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi VII sepanjang 9,26 Km, Tol Pandaan Malang Seksi Pandaan-Singosari sepanjang 30,6 Km, serta akses jalan Tol Gempol-Pandaan sepanjang 1,6 Km.

Perseroan tercatat mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.041 Km hingga semester I 2019. Jumlah ini naik dibandingkan akhir tahun 2018 sepanjang 1.000 Km. "Tahun ini target kurang lebih 1.200 Km," katanya. (ulf/agt)