Tertekan Aksi Jual, Emas Antam Anjlok ke Rp758 Ribu per Gram

CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 09:27 WIB
Tertekan Aksi Jual, Emas Antam Anjlok ke Rp758 Ribu per Gram Ilustrasi emas Antam. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berada di posisi Rp754 ribu per gram pada Selasa (10/9). Posisi tersebut turun Rp4.000 dari Rp758 ribu per gram pada Senin (9/9).

Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) yang turun Rp4.000 dari Rp682 ribu per gram menjadi Rp678 ribu per gram pada hari ini. Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp401,5 ribu, 2 gram Rp1,45 juta, 3 gram Rp2,16 juta, 5 gram Rp3,61 juta, 10 gram Rp7,15 juta, 25 gram Rp17,68 juta, dan 50 gram Rp35,28 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp70,5 juta, 250 gram Rp177 juta, 500 gram Rp353,8 juta, dan 1 kilogram Rp724,6 juta. Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.


Sedangkan harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.499,5 per troy ons pada pagi ini. Posisi ini anjlok sekitar 0,77 persen dari Senin kemarin.

Begitu pula dengan harga emas di perdagangan spot yang berada di posisi US$1.490,53 per troy ons atau melemah 0,57 persen dari kemarin.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas di pasar internasional terjungkal karena indeks saham di bursa Amerika Serikat menguat. Khususnya Dow Jones yang masih menguat 0,14 persen sampai pagi ini.

Selain itu, katanya, pelemahan harga emas juga didorong oleh redanya sentimen perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Kemudian, belum ada kelanjutan dari proses keluarnya Inggris dari zona Eropa (Britania Exit/Brexit).

Lalu, kekhawatiran pasar akan perlambatan ekonomi dan resesi turut mereda. Selanjutnya, pasar memberi respons positif terhadap arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, yang mengindikasikan tidak ada resesi di AS, sehingga pasar kembali ke risk asset dan meninggalkan emas.

[Gambas:Video CNN]
"Minat terhadap (aset) risiko mendominasi pasar. Begitu indeks saham menguat, harga emas kembali tertekan dan sudah di bawah US$1.500 per troy ons," ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Bersamaan dengan berbagai sentimen ini, Ariston melihat pergerakan harga emas sejatinya tidak akan melemah sampai akhir pekan. Namun, pergerakannya masih akan melemah sepanjang hari ini.

Ia memperkirakan harga emas dunia bergerak di rentang US$1.470 sampai US$1.510 per troy ons. Senada, Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono melihat pelemahan harga emas tidak akan berjangka panjang, meski anjlok cukup dalam.

Namun, ia memproyeksi harga emas hanya akan bergerak di rentang yang lebih rendah, yakni US$1.458 sampai US$1.505 per troy ons pada hari ini. "Ini juga ditambah oleh aksi profit taking di saat harga emas sudah overbought. Pelaku pasar mulai masuk posisi long (buy) untuk kontrak tiga bulan," terangnya.

Sementara, faktor yang sekiranya bisa mendongrak harga emas, yaitu kepastian pengambilan keputusan terkait kebijakan moneter dari The Fed dan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB). "Tetap waspada juga ketika Trump (Presiden AS) membuat kejutan-kejutan terkait tarif dan perang dagang. Tensi mereda, bukan berarti hilang," pungkasnya.

(uli/agt)