Konsumsi Solar Bengkak, Jonan Tambah Biodiesel 430 Ribu KL

CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 17:17 WIB
Konsumsi Solar Bengkak, Jonan Tambah Biodiesel 430 Ribu KL Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah kuota biodiesel untuk tahun ini sebesar 430.799 kl atau 6,9 persen dari kuota semula 6.197.101 kiloliter (kl) menjadi 6.627.900 kl.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 15K/10/MEM/2019 tentang Perubahan Kedua atas Kepmen ESDM Nomor 2018K/10/M/2018 tentang Pengadaan Bahan Bakar Nabati Jenis Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel untuk Pencampuran Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Periode Januari-Desember 2019.

Beleid tersebut diteken Menteri ESDM Ignasius Jonan pada 20 Agustus 2019 lalu.


Dalam pertimbangan terbitnya Kepmen 15K/10/MEM/2019, Jonan menerangkan revisi dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan penjualan BBM jenis Solar sampai dengan Desember.

Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan konsumsi Solar bersubsidi tahun ini mencapai 15,31 juta kl atau 106,5 persen dari pagunya.

Seiring peningkatan tersebut, pemerintah perlu menyesuaikan kuota biodiesel. Hal itu sesuai Pasal 25 Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 41 Tahun 2018 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan BBN Jenis Biodesel dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit sebagaimana telah diubah dengan Permen ESDM Nomor 45 tahun 2018.

"Bahwa dalam hal terjadi peningkatan BBN jenis minyak Solar, alokasi volume BBN Jenis Biodiesel yang telah ditetapkan oleh Menteri dapat disesuaikan," kata Jonan dalam pertimbangan Kepmen 15K/10/MEM/2019, dikutip Kamis (12/9).

Jika dirinci, peningkatan alokasi diberikan hanya pada 2 Badan Usaha Penyalur BBM yaitu PT Pertamina (Persero) dan PT Exxonmobile Lubricants Indonesia.

Alokasi biodiesel untuk PT Pertamina (Persero) tercatat meningkat 5,4 persen yaitu dari 5.304.251 kl menjadi 5.591.495 kl.

Lalu, alokasi biodiesel untuk PT Exxonmobile Lubricants Indonesia melonjak lebih dari 3 kali lipat yaitu dari 56.525 kl menjadi 200.080 kl.

Kendati demikian, sebagian besar alokasi biodiesel untuk sejumlah Badan Usaha Penyalur BBM tetap di antaranya PT AKR Corporindo Tbk 407.000 kl, PT Jasatama Petroindo 105.000 kl, PT Petro Andalan Nusantara 143.750 kl, PT Shell Indonesia 40.250 kl, dan PT Cosmic Indonesia 10.500 kl.

Berikutnya, PT Cosmic Petroleum Nusantara 13.750 kl, PT Energi Coal Prima 39.375 kl, PT Petro Energy 4.800 kl, PT Gasemas 44.950 kl, PT Jagad Energy 2.000 kl, PT Petro Energi Samudera 750 kl, PT Baria Bulk Terminal 4.200 kl, PT Pertamina Patra Niaga 1.200 kl, PT Mitra Andalan Batam 2.800 kl, PT Vivo Energy Indonesia 10.000 kl, dan PT Yavindo Sumber Persada 6.000 kl.

[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)