Kena Bobol dari Bali, Dana Nasabah BRI Depok Raib Rp14 Juta

CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 09:24 WIB
Kena Bobol dari Bali, Dana Nasabah BRI Depok Raib Rp14 Juta Ilustrasi Gedung BRI. (www.ir-bri.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI diduga menjadi korban pembobolan dana yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Dugaan pembobolan dana mencapai Rp14 juta.

Dugaan pembobolan dilakukan dengan modus penarikan di kota lain. Kasus pembobolan dana kali ini terjadi pada nasabah bernama Pratama Guitarra, seorang wartawan di sebuah kelompok perusahaan media terkemuka. Menurut Tama, begitu ia akrab disapa, pembobolan dana baru disadari pada Kamis (12/9) lalu.

Ia berniat mengambil sejumlah uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI yang berada di kawasan Depok, Jawa Barat. Namun, pengambilan dana tidak bisa dilakukan lantaran saldo yang tersisa di rekening tidak mencukupi.


"Setelah dilihat, kok uangnya kurang banyak. Duit raib Rp14 juta," ucap Tama dalam pernyataannya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/9).
Ia pun kemudian mengunjungi kantor cabang BRI dan meminta petugas mencetak laporan mutasi pengeluaran. Hasilnya, ditemukan ada transaksi penarikan dana sebesar Rp10 juta pada Selasa (10/9) dari ATM bank lain.

Kemudian, ada penarikan lain senilai Rp4 juta pada Rabu (11/9), sehingga total mencapai Rp14 juta. Menurut pelacakan BRI, penarikan dilakukan di mesin ATM yang terletak di SPBU Kampial, Kuta Selatan, Badung, Bali.

"Di tanggal 10 September ada penarikan yang saya tidak tahu dan saya tidak lakukan karena kartu ATM saya rusak. Kebetulan, tanggal 8 September, saya mau ambil uang ke ATM, tapi kartu saya tidak bisa masuk atau ditolak," ujarnya mengisahkan.

Tama pun mengaku sempat menghubungi manajemen BRI langsung, yaitu Kepala Bagian Humas BRI Alia Karenina. "Dia bilang pihaknya mau investigasi dulu, kalau memang ada kejahatan perbankan akan dikembalikan, tapi dia belum pastikan kapan investigasinya selesai," terangnya.

[Gambas:Video CNN]
Sementara CNNIndonesia.com turut menghubungi manajemen bank spesialis kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) itu. Corporate Secretary BRI Hari Purnomo mengatakan tengah mempelajari kasus pembobolan yang menimpa Tama.

Namun, dari pelaporan yang diterima, sambungnya, memang terlihat ada modus skimming. Skimming adalah modus pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu secara ilegal.

"Kalau melihat kronologisnya modusnya sama. Tapi sebentar, saya periksa dulu case ini apakah sama dengan yang sebelumnya," ujar Hari saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.

Bila terbukti skimming, BRI bisa memberikan penggantian dana yang hilang. Kendati begitu, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai prosedur penggantian dana dan berapa lama biasanya investigasi dilakukan.

Ia juga tidak memberi pernyataan terkait antisipasi perusahaan terhadap kasus pembobolan bermodus skimming. Meski, kejadian ini cukup sering menimpa nasabah BRI.

(uli/agt)