"Perang dagang masih terus berjalan, masih menghantui kita. Tekanan eksternal, berupa kemungkinan potensi resesi pada 1-1,5 tahun yang akan datang sudah mulai dikalkulasi, mulai dihitung oleh para pakar," jelasnya saat pembukaan Munas XVI Hipmi di Jakarta, Senin (16/9).
Memang, Jokowi mengakui situasi ekonomi dunia saat ini penuh ketidakpastian. Bahkan, beberapa negara di dunia sudah memasuki proses resesi ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Revolusi konsumen ini menjadi faktor menguntungkan karena akan menarik investasi dari luar ke dalam negeri. "Revolusi konsumen akan membuat kita semakin menarik. Hati-hati. Jangan sampai ada yang mengambil manfaat justru dari negara lain, dari asing. Hati-hati ini," tegasnya.
Namun begitu, Jokowi optimistis magnet konsumen Indonesia akan semakin kuat. "Saya titip, jangan sampai opportunity (peluang) yang ada digunakan oleh merek-merek asing, digunakan negara luar. Sehingga, mereka berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan ini," terang Jokowi.
[Gambas:Video CNN] (fra/bir)