Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut fasilitas baru tersebut dibangun seiring dengan meningkatnya permintaan di bidang industri polyester film, terutama di Eropa.
Rencananya, perluasan akan selesai pada akhir 2021 mendatang. MCC sendiri telah memproduksi polyester film untuk aplikasi optik, industri, dan pengemasan pada lima fasilitas produksi berlokasi di Jepang, China, Indonesia, Amerika Serikat, dan Jerman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini memberikan dampak positif yang luar biasa bagi Indonesia. Selain MCC, tercatat ada delapan perusahaan yang sedang dalam tahap serius mempertimbangkan usahanya di Indonesia. Di antaranya, sektor otomotif, kimia dasar, makanan dan minuman, jasa dan pembangkit listrik," terang Imam.
Di industri polyester film, MCC mengantisipasi pertumbuhan berkelanjutan dalam aplikasi optik untuk tampilan. Selain itu, permintaan polyester film, terutama untuk proses pembuatan komponen elektronik menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa.
MFI telah bekerja untuk memenuhi kenaikan permintaan pasar dengan meningkatkan efisiensi pabrik saat ini dan langkah-langkah lain, dan mampu memproduksi 20 ribu polyester film setiap tahunnya.
Namun, dengan pertimbangan proyeksi pertumbuhan permintaan, MFI memutuskan untuk membangun fasilitas baru dengan skala 25 ribu ton per tahun, yang berarti akan meningkatkan kapasitas produksinya lebih dari dua kali lipat menjadi 45 ribu ton.
[Gambas:Video CNN] (antara/bir)