"Cepatnya transformasi teknologi bisa mempengaruhi dan meningkatkan performa ekonomi melalui produktivitas, efisiensi, dan inovasi yang merupakan karakteristik teknologi itu sendiri," katanya, Selasa (17/9).
Ia melanjutkan suatu negara yang ingin naik kelas, tak bisa lagi hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA). Lebih dari itu, mereka harus mengembangkan perekonomian berbasis industri manufaktur. Dalam hal ini, ia menuturkan teknologi memiliki peran mempercepat proses transformasi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, teknologi mampu meningkatkan jangkauan perdagangan global. Keempat, teknologi bisa menghubungkan sektor informal kepada sektor formal. Sektor informal sendiri biasanya tidak terdeteksi karena nilainya terlalu kecil.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mencontohkan masyarakat saat ini bisa menjual produk melalui media sosial dalam skala kecil. Namun, mereka berhasil mengantongi pundi pendapatan. Kelima, teknologi mampu menyambungkan ekonomi di tingkat domestik.
[Gambas:Video CNN]
"Teknologi harusnya dipandang sebagai peluang, bukannya sebagai ancaman," katanya.
Namun demikian, ia tidak menampik perkembangan teknologi juga memunculkan disrupsi dan tantangan tersendiri. Pasalnya, sebanyak 3 miliar orang di dunia diprediksi masih tidak tersambung dengan teknologi terutama teknologi komunikasi hingga 2023. Jumlah itu mewakili hampir setengah dari populasi dunia.
"Bahkan kombinasi dari globalisasi dan perkembangan teknologi tidak menjamin 3 miliar orang tersebut bisa mengangkat kesejahteraan," tuturnya.