"Terkait bocornya data penumpang Lion Group, terutama data-data pribadi seperti nomor paspor penumpang dan lain-lain, ini menunjukkan bahwa sistem perlindungan data pelanggan masih kurang kuat," ujar Alvien, seperti dikutip dari Antara, Kamis (19/9).
Ia menduga, pengelolaan data perusahaan dilakukan oleh pihak ketiga. Selain itu, menurut ia, perusahaan mungkin belum melakukan pembaruan sistem pengamanan data.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya payung hukum yang tegas, perlindungan data menjadi kewajiban yang mengikat bagi perusahaan yang menjalankan bisnis di Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
Ia menyarankan, aturan tidak perlu membeda-bedakan perlakuan perlindungan data yang disimpan di dalam negeri maupun di luar negeri.
Sebelumnya, anggota Lion Air Group Malindo Air tengah menyelidiki dugaan pembocoran yang mengungkap rincian data pribadi penumpangnya.
"Tim internal Malindo Air bersama penyedia layanan data eksternal, Amazon Web Services (AWS) dan GoQuo sebagai mitra e-commerce saat ini sedang menyelidiki masalah kebocoran data penumpang," tulis Public Relations & Communications Department Malindo Air, Andrea Liong melalui keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (18/9) kemarin.