Agen Perjalanan Inggris Bangkrut Setelah Terlilit Utang

CNN Indonesia | Senin, 23/09/2019 13:00 WIB
Agen Perjalanan Inggris Bangkrut Setelah Terlilit Utang Ilustrasi. (Istockphoto/Nicola Ferrari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Thomas Cook, agen perjalanan Inggris, bangkrut setelah gagal mendapatkan pinjaman. Jutaan pelanggan dan ribuan karyawan, serta mitra perusahaan terkena dampaknya.

Kepala Eksekutif Thomas Cook Peter Fankhauser meminta maaf atas kejadian tersebut. "Saya ingin meminta maaf kepada jutaan pelanggan, ribuan karyawan, pemasok dan mitra yang telah mendukung kami selama bertahun-tahun," ujarnya seperti dilansir AFP, Senin (23/9).

Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) bersama pemerintah setempat akan bekerja sama dalam dua pekan ke depan untuk memulangkan lebih dari 150 ribu warga negara Inggris yang sedang berlibur, namun penerbangannya terpaksa batal karena Thomas Cook bangkrut.

Saat ini, terdapat sekitar 600 ribu turis yang sedang berlibur dan menggunakan jasa Thomas Cook. Turis-turis itu akan dipulangkan CAA dan Pemerintah Inggris dengan bantuan perusahaan asuransi. Perusahaan terpaksa gulung tikar karena terlilit utang hingga 1,7 miliar poundsterling.

Mengutip dari Reuters, Fosun sebuah perusahaan asal China yang menjadi pemegang saham terbesar Thomas Cook sepakat untuk memberi dana bantuan sebesar 450 juta poundsterling pada bulan lalu. Dana itu ditujukan sebagai paket penyelamatan dari rencana awal sebesar 900 juta poundsterling.

Sebagai imbalannya, Fosun mengakuisisi 75 persen saham di divisi operasi tur Thomas Cook dan 25 persen dari unit maskapai penerbangannya. Meski demikian, dana segar tersebut tetap tidak mampu menyelamatkan Thomas Cook.

"Meskipun telah disepakati sebagian besar, fasilitas tambahan yang diminta dalam beberapa hari terakhir, perundingan menghadirkan tantangan yang akhirnya terbukti tidak dapat diatasi," terang Fankhauser.

Seorang turis yang menggunakan jasa Thomas Cook, yang tengah berlibur di sebuah hotel di Tunisia, diminta untuk membayar tagihan hotel dengan tarif tambahan sebelum diizinkan untuk pulang.

Pada Mei lalu, Thomas Cook mengalami kerugian besar akibat ketidakpastian Brexit yang mengakibatkan para turis menunda pemesanan liburan musim panas. Thomas Cook membukukan penjualan tahunan sebesar 9 miliar poundsterling, dan melayani 19 juta pelanggan di 16 negara.

Thomas Cook merupakan salah satu perusahaan tertua di Inggris yang berdiri pada 1841 yang semula menjalankan kereta api lokal. Kemudian, perusahaan membuat paket perjalanan luar negeri dengan menjadi operator pertama yang membawa turis Inggris ke Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara lain di dunia.
[Gambas:Video CNN]


(hns/bir)