KA Bandara Mulai Operasi dari Stasiun Manggarai Oktober 2019

CNN Indonesia | Senin, 23/09/2019 13:30 WIB
KA Bandara Mulai Operasi dari Stasiun Manggarai Oktober 2019 Ilustrasi Stasiun Manggarai. (CNN Indonesia/Daniela Dinda).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub)  menyatakan Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mulai beroperasi dari dan ke Stasiun Manggarai, Jakarta pada awal Oktober 2019. Operasional menyusul selesainya pembangunan infrastruktur stasiun kereta bandara di Stasiun Manggarai.

"Dengan dioperasikannya Stasiun KA Bandara, maka KA Bandara (Soetta) sudah bisa menaikkan dan menurunkan penumpang dari Stasiun Manggarai," kata Direktur Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Heru Wisnu dalam keterangan resmi, Senin (24/9).

Ia melanjutkan Stasiun KA Bandara di Stasiun Manggarai telah dinyatakan layak beroperasi. Sebelumnya, Kemenhub telah melakukan uji prasarana meliputi uji terhadap gedung utama area KA Bandara dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).


"Saat ini PT Railink sedang memasang petunjuk untuk memudahkan penumpang," imbuh dia.

Sementara itu, Direktur Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Zamrides mengatakan pihaknya telah melakukan uji keselamatan (safety assessment). Hasilnya, hanya terdapat beberapa kesalahan minor yang perlu diperbaiki.

"Yang kurang hanya pemberian tanda identifikasi naik dan turun pada eskalator, serta pembersihan area jembatan penyeberangan orang," ucapnya.

Sebagai informasi, pembangunan Stasiun KA Bandara di Manggarai, merupakan bagian dari paket A pembangunan Double-Double Track (DDT) atau jalur dwi ganda yang menghubungkan rute Manggarai-Bekasi (Cikarang). Pembangunannya dimulai pada Agustus 2015 lalu.

Pembangunan jalur dwi ganda ini bertujuan meningkatkan kapasitas jalur kereta api dengan memisahkan antara jalur kereta api jarak jauh (main line) dengan jalur Kereta Rel Listrik (KRL).

Mulanya, terdapat tujuh jalur aktif kereta api dari enam arah. Semua operasional tersebut berada dalam satu bidang sehingga menyebabkan antrian ketika memasuki Stasiun Manggarai. Antrian bertambah dan mengganggu kelancaran arus penumpang seiring peningkatan jumlah penumpang kereta api.

Karenanya, Stasiun Manggarai dikembangkan menjadi bertingkat, guna memisahkan jalur sehingga mengurangi antrian kereta masuk.

"Setelah stasiun selesai dibangun, akan mendukung target penumpang per hari sebanyak 1,2 juta pada 2019," jelasnya.

Setelah pembangunan usai, maka pengaturan Stasiun Manggarai sebagai berikut:

1. KA jarak jauh akan berakhir di Stasiun Manggarai dan Pasar Senen. Dengan demikian, jalur KRL tidak akan berpotongan dengan KA jarak jauh di lintas tengah yakni Manggarai-Kota.

2. KA jarak jauh akan terpisah dengan KRL dari Bekasi dengan dibangunnya DDT dari Manggarai-Bekasi.

3. Jalur KRL dari Bekasi akan terpisah dengan jalur KRL dari Bogor. KRL Jakarta-Bogor akan berada di lantai III Stasiun Manggarai, sedangkan KRL tujuan Bekasi-Tanahabang-Jatinegara berada di lantai I Stasiun Manggarai.

4. KA Bandara akan beroperasi di lantai I Stasiun Manggarai. Rutenya meliputi Manggarai-Duri-Batu Ceper-Bandara Soetta.

5. Lantai II Stasiun Manggarai akan digunakan khusus layanan penumpang dan area komersial.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/sfr)