Sri Mulyani Angkat Suara Soal Pemangkasan Suku Bunga The Fed
CNN Indonesia
Kamis, 19 Sep 2019 11:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani menanggapi kebijakan Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada Rabu (18/9). Ia menilai kebijakan yang diambil The Fed merupakan langkah antisipatif dari pelemahan ekonomi global.
Tak hanya The Fed, beberapa bank sentral juga kompak memangkas suku bunga. Pekan lalu, Bank Sentral Eropa (ECB) menurunkan suku bunga sebesar 0,1 persen menjadi -0,5 persen. Sebelumnya, Bank Sentral Australia juga memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps dari 1,50 persen menjadi 1,25 persen. Negara tetangga, Thailand juga menurunkan tingkat suku bunga sebesar 25 bps menjadi 1,5 persen.
Bukan hanya dari sisi kebijakan moneter, ia menuturkan beberapa negara juga mengubah kebijakan fiskal guna mengantisipasi pelemahan ekonomi global. Namun demikian, ia menyatakan pemerintah tidak serta merta harus merespons perubahan kebijakan dari setiap negara.
"Interaksi ini nanti kami akan terus melihat sampai dengan tahun depan, sehingga mungkin kami tidak perlu harus terus menerus bereaksi terhadap keputusan tiap stage (tahapan)," katanya, Kamis (19/9).
Akan tetapi, ia menyatakan pemerintah tetap akan mencermati dan waspada terhadap perubahan kebijakan di setiap negara, termasuk pula dampaknya bagi ekonomi Indonesia.
"Jadi kami tetap steady (siaga) atau stabil dalam melihat trennya itu mau kemana. Dan apa yang harus kami lakukan sebagai suatu negara dalam rangka memperkuat ketahanan kita dalam melihat ketidakpastian," katanya.
Ia melanjutkan dampak kebijakan The Fed kepada setiap negara akan berbeda-beda. Hal yang pasti, imbas itu tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan kondisi lain dari sisi sentimen fiskal dan perdagangan.
"Kalau dari AS mereka melihat bahwa tanda-tanda adanya pelemahan ekonomi mereka akan mulai tahun depan. Itu menyebabkan mereka harus respons dari sekarang sehingga mereka tidak behind the curve," ucapnya.
Untuk diketahui, The Fed memangkas suku bunga acuan 25 basis poin dalam pertemuan komite pasar federal terbuka (FOMC) pada Rabu (18/9). Ini merupakan kali kedua The Fed menurunkan suku bunga dalam tahun ini. Sebelumnya, The Fed juga memangkas suku bunga 25 bps pada Juli.
Keputusan moneter ini mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)
Tak hanya The Fed, beberapa bank sentral juga kompak memangkas suku bunga. Pekan lalu, Bank Sentral Eropa (ECB) menurunkan suku bunga sebesar 0,1 persen menjadi -0,5 persen. Sebelumnya, Bank Sentral Australia juga memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps dari 1,50 persen menjadi 1,25 persen. Negara tetangga, Thailand juga menurunkan tingkat suku bunga sebesar 25 bps menjadi 1,5 persen.
Bukan hanya dari sisi kebijakan moneter, ia menuturkan beberapa negara juga mengubah kebijakan fiskal guna mengantisipasi pelemahan ekonomi global. Namun demikian, ia menyatakan pemerintah tidak serta merta harus merespons perubahan kebijakan dari setiap negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:The Fed Pangkas Lagi Suku Bunga Acuan 25 Bps |
Akan tetapi, ia menyatakan pemerintah tetap akan mencermati dan waspada terhadap perubahan kebijakan di setiap negara, termasuk pula dampaknya bagi ekonomi Indonesia.
Ia melanjutkan dampak kebijakan The Fed kepada setiap negara akan berbeda-beda. Hal yang pasti, imbas itu tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan kondisi lain dari sisi sentimen fiskal dan perdagangan.
Untuk diketahui, The Fed memangkas suku bunga acuan 25 basis poin dalam pertemuan komite pasar federal terbuka (FOMC) pada Rabu (18/9). Ini merupakan kali kedua The Fed menurunkan suku bunga dalam tahun ini. Sebelumnya, The Fed juga memangkas suku bunga 25 bps pada Juli.
Keputusan moneter ini mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)