Tak hanya The Fed, beberapa bank sentral juga kompak memangkas suku bunga. Pekan lalu, Bank Sentral Eropa (ECB) menurunkan suku bunga sebesar 0,1 persen menjadi -0,5 persen. Sebelumnya, Bank Sentral Australia juga memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps dari 1,50 persen menjadi 1,25 persen. Negara tetangga, Thailand juga menurunkan tingkat suku bunga sebesar 25 bps menjadi 1,5 persen.
Bukan hanya dari sisi kebijakan moneter, ia menuturkan beberapa negara juga mengubah kebijakan fiskal guna mengantisipasi pelemahan ekonomi global. Namun demikian, ia menyatakan pemerintah tidak serta merta harus merespons perubahan kebijakan dari setiap negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:The Fed Pangkas Lagi Suku Bunga Acuan 25 Bps |
Akan tetapi, ia menyatakan pemerintah tetap akan mencermati dan waspada terhadap perubahan kebijakan di setiap negara, termasuk pula dampaknya bagi ekonomi Indonesia.
Ia melanjutkan dampak kebijakan The Fed kepada setiap negara akan berbeda-beda. Hal yang pasti, imbas itu tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan kondisi lain dari sisi sentimen fiskal dan perdagangan.
Untuk diketahui, The Fed memangkas suku bunga acuan 25 basis poin dalam pertemuan komite pasar federal terbuka (FOMC) pada Rabu (18/9). Ini merupakan kali kedua The Fed menurunkan suku bunga dalam tahun ini. Sebelumnya, The Fed juga memangkas suku bunga 25 bps pada Juli.
Keputusan moneter ini mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)