FOTO: Hari Tani Nasional, Ironi Petani Tanpa Lahan

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 17:10 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Masa gabungan petani dan mahasiswa melakukan aksi di depan Istana Negara menolak pengesahan RUU Pertanahan dan RUU Budidaya Pertanian.

Masa gabungan petani, mahasiswa dan buruh melakukan aksi di depan Istana Negara menolak pengesahan RUU Pertanahan dan RUU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan (SBPB). Jakarta, Selasa, 24 September 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Sejumlah kelompok petani menilai beberapa kebijakan dalam RUU SBPB memberatkan petani kecil dan bertentangan dengan UUD 1945 serta putusan Mahkamah Konstitusi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
RUU SBPB bahkan memiliki ketentuan mengenai sanksi administratif yang menjurus pada kriminalisasi petani. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Kriminalisasi terkait dengan kegiatan perorangan dalam pencarian dan pengumpulan sumber daya genetik tanpa izin. Hal itu juga dianggap bertentangan dengan Putusan MK terhadap UU Sistem Budidaya Tanaman. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Hasilnya, kelompok petani bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan sejumlah tuntutan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika menyampaikan Jokowi terkejut dengan fakta bahwa tak ada satu sejengkal pun lahan dari program Reforma Agraria yang telah dibagikan kepada petani. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Padahal saat program digaungkan lima tahun lalu, pemerintah berjanji akan mendistribusikan 9 juta hektare lahan untuk para petani. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Masa gabungan petani, mahasiswa dan buruh melakukan aksi di depan Istana Negara menolak pengesahan RUU Pertanahan dan RUU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan (SBPB). Jakarta, Selasa, 24 September 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).