"Kami siap bekerja 24 jam untuk mewujudkan swasembada dengan terus meningkatkan produksi komoditas pertanian," tegas Amran, Jumat (30/8).
Dalam kesempatan tersebut, Amran menjelaskan pernyataan bahwa imbauan bekerja 24 jam yang dia maksud beberapa waktu lalu bukan berarti petani atau pegawai tidak pernah tidur. Menurut dia, ungkapan itu ditujukan kepada aparatur yang harus siap melayani petani jika dibutuhkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mentan Amran berharap target yang dicanangkan untuk membuka lahan seluas 200 ribu hektar lahan rawa di Sumsel bisa segera direalisasikan.
"Target pembukaan lahan rawa di Sumsel 200 ribu hektar. Jika ini tercapai, maka Sumsel bisa meningkatkan penghasilan sebesar Rp 14 triliun," tegas Amran saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Muara Padang, Banyuasin, Rabu (28/8).
Hal itu disampaikannya saat berdialog bersama petani yang tergabung dalam Gapoktan di Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (28/8).
"Kalau bisa, 26 jam. 2 jam melamun, 24 jam bekerja. Kurangi tidur. Tidur dekat ekskavator (mesin pengeruk untuk penggalian) bareng pak Danramil. Bangun, kerja lagi. Dengan semangat kerja begini, Sumsel yang 5 besar penghasil pangan terbesar, nomor tiga di Indonesia bisa menjadi peringkat 1 pada 2020," ujarnya.
Kementerian Pertanian, lewat Program Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani (Serasi) Sumsel, menggulirkan bantuan senilai Rp400 miliar berupa alat mesin pertanian, termasuk ekskavator, benih, dan penunjang lainnya. Program ini untuk meningkatkan masa panen dari satu kali menjadi tiga kali dalam satu tahun.
[Gambas:Video CNN]
(lav)