Keluar dari Tekanan, IHSG Menguat ke Level 6.146

CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 16:29 WIB
Keluar dari Tekanan, IHSG Menguat ke Level 6.146 Ilustrasi IHSG. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 8,8 poin atau 0,14 persen ke posisi  6.146 pada Rabu (25/9) sore. Penguatan terjadi setelah indeks terkoreksi selama dua hari belakangan kemarin.

Pada perdagangan Senin (23/9), tercatat IHSG ditutup di level 6.206 turun 25,27 poin atau 0,41 persen. IHSG kembali turun cukup dalam sampai dengan 68,59 poin atau 1,11 persen ke level 6.137 pada Selasa (24/9).

RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp7,95 triliun dengan volume 16,99 miliar saham pada Rabu (25/9). Meski IHSG menguat, pelaku pasar asing tercatat jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp788,70 miliar.


Pada penutupan kali ini, 197 saham bergerak menguat, 212 turun, dan 148 lainnya tidak bergerak. Di sisi lain, mayoritas indeks sektoral terpantau menguat dimana sektor agrikultur memimpin penguatan sebesar 0,82 persen. Hanya sektor pertambangan, keuangan, dan aneka industri yang terpantau melemah.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan sentimen politik internal Indonesia dalam beberapa hari terakhir turut mempengaruhi laju indeks hingga membuatnya melemah.

Sebagaimana diketahui, suhu politik di dalam negeri memang tengah menghangat. Kondisi terjadi akibat aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa di beberapa kota di Indonesia menolak rencana pengesahan revisi Rancangan Undang-undang (RUU) KUHP dan sejumlah uu lainnya.

Unjuk rasa juga dilakukan untuk menentang pengesahan revisi UU KPK yang mereka anggap melemahkan komisi antirasuah tersebut.

"Orang sedang mencari katalis positif, namun kebetulan beritanya politik yang lagi kurang bagus," katanya, Rabu (25/9).

[Gambas:Video CNN]
Ia berharap kondisi politik kembali stabil, sehingga mengembalikan minat investor ke pasar. Ia yakin harapan tersebut bisa terpenuhi.

Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta DPR menunda pengesahan empat RUU pada periode ini, termasuk RUU KUHP.  Laksono meyakini kesepakatan itu mampu mengembalikan kondisi pasar.

"Diharapkan dalam beberapa hari ini kondisinya bisa lebih normal. Dalam arti sentimen politik, kalau tidak berkelanjutan, IHSG bisa balik lagi ke posisi yang lebih fundamental," tuturnya.

Tak hanya sentimen domestik, ia bilang pasar modal tengah menghadapi tantangan dari pasar global, terutama dari AS. Sbagaimana diketahui mayoritas anggota Dewan Perwakilan Amerika Serikat sebelumnya menyatakan mendukung proses penyelidikan untuk memakzulkan (impeach) Presiden Donald Trump akibat skandal Ukraina.

Laksono mengatakan kondisi itu menimbulkan ketidakpastian di pasar.  "Ketidakpastian itu kebanyakan secara efek tidak terlalu positif buat pasar ekuitas. Hanya saja, yang terjadi di Indonesia dalam tiga hari ini lebih kepada situasi domestik," tuturnya.

Untuk itu, ia berharap terdapat aksi korporasi yang menarik minat investor sehingga bisa memberikan stimulus positif kepada pasar.

(ulf/agt)