Harga Beras Eceran Naik Tipis Sepanjang September 2019

CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 15:47 WIB
Harga Beras Eceran Naik Tipis Sepanjang September 2019 Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras di tingkat eceran tumbuh tipis 0,12 persen secara bulanan (month to month) pada September 2019. Angka ini berbanding terbalik dibanding bulan lalu, yakni turun 0,09 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan harga beras ini disebabkan oleh harga gabah yang meningkat. BPS mencatat harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani pada September tercatat sebesar Rp4.905 per kilogram (kg) atau melejit 3,07 persen secara bulanan dibanding bulan lalu, yakni Rp4.759 per kg.

Sementara itu, harga Gabah Kering Giling (GKG) pada September tercatat Rp5.392 per kg atau naik 1,56 persen dibandingkan bulan lalu, yaitu Rp5.309 per kg.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga gabah disebabkan karena panen berkurang akibat masa paceklik. "Dan panen akan berkurang terus hingga memasuki akhir tahun, sehingga nanti harga gabahnya pun akan naik," jelas Suhariyanto, Selasa (1/10).

Secara lebih rinci, ia menyampaikan bahwa kenaikan harga beras terjadi di semua jenis.

Untuk beras medium di tingkat penggilingan, harganya tercatat Rp9.301 per kg atau meningkat 0,84 persen dibanding bulan sebelumnya, yakni Rp9.224 per kg.

Kemudian, untuk beras kualitas premium, harganya pada September tercatat Rp9.594 per kg atau naik 0,67 persen dibanding bulan sebelumnya, yaitu Rp9.530 per kg.

Terakhir, harga beras kualitas rendah pada September tercatat Rp9.141 per kg atau naik 1,02 persen dibandingkan bulan lalu, yakni Rp9.048 per kg. "Tapi kini konsumsi beras kualitas rendah kami catat hanya mengambil 10 persen dari total konsumsi beras," jelasnya.

Kenaikan harga beras ini berdampak baik bagi kesejahteraan petani. Sebab, Nilai Tukar Petani (NTP) pada September terpantau meningkat. Adapun, NTP merupakan indeks mengenai harga yang diterima dan dibeli petani, sehingga jika NTP menurun, artinya daya beli petani ikut menurun.

Pada September 2019, NTP dari subsektor tanaman pangan tercatat 106,73 atau meningkat 1,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya 104,75.

"Dengan kenaikan harga ini tentu berdampak baik bagi NTP," tandas Suhariyanto.
[Gambas:Video CNN]


(glh/bir)