Perang Dagang AS-Eropa Diyakini Tak Seburuk dengan China

CNN Indonesia | Kamis, 03/10/2019 20:09 WIB
Perang Dagang AS-Eropa Diyakini Tak Seburuk dengan China Ilustrasi perdagangan internasional. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Uni Eropa tidak akan lebih buruk dari ketegangan hubungan antara AS dengan China.

Ia malah melihat hubungan dagang Negeri Paman Sam dengan masing-masing negara di Benua Biru sejatinya cukup baik-baik saja.

"Tidak lah (seperti perang dagang AS-China), sohib juga lah mereka," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/10).

Selain itu, mantan gubernur Bank Indonesia itu menilai AS terlihat mulai menahan diri, meski ketegangan tetap ditebar kepada negara-negara lain, termasuk Uni Eropa.

"Kami lihat mereka (AS) tidak lagi bernafsu seperti dulu, 'Gue naikin, hajar lagi pakai ini, naikin lagi ini'. Sekarang tidak, walaupun tidak mudah berhenti dia," katanya.

Sementara itu, Darmin mengaku belum bisa melihat dampak perang dagang antara AS-Eropa terhadap Indonesia. Ia menilai pemerintah masih butuh waktu untuk menganalisis dampaknya.

Sebelumnya, AS mengumumkan akan memberlakukan tarif atas impor produk asal Eropa dengan nilai 6,8 miliar euro Eropa atau setara US$7,5 miliar mulai 18 Oktober 2019. Tarif yang dikenakan sebesar 10 persen bagi produk pesawat terbang dan 25 persen untuk barang-barang lain, seperti pertanian dan industri.

Pemberlakuan impor tersebut dilakukan AS usai mendapat 'lampu hijau' dari Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) atas gugatan pemberian subsidi dari Uni Eropa terhadap Airbus, perusahaan manufaktur pesawat asal Perancis.

Perwakilan AS Robert Lighthizer mengatakan subsidi itu ilegal. Terlebih, subsidi itu diberikan kepada Airbus yang dinilai sudah merusak industri dan pekerja AS, serta kerap bersitegang dengan Boeing, perusahaan manufaktur pesawat asal AS.

Sementara, Uni Eropa memberi sinyal siap menghadapi genderang perang dagang yang ditabuhkan AS, meskipun sikap pembalasan diyakini akan memberi kerugian dalam hubungan perdagangan kedua negara.

Uni Eropa memberi sinyal akan melakukan hal yang sama, yaitu menaikkan tarif impor atas produk dari AS.
[Gambas:Video CNN]


(uli/bir)