Dilansir dari Reuters, Jumat (27/9), Wang menyampaikan tindakan pemerintah AS yang menghapus tarif pada produk China merupakan suatu itikad baik.
"Kami berharap kedua belah pihak dapat mengambil langkah-langkah yang lebih antusias, mengurangi bahasa dan tindakan pesimistis. Jika semua orang melakukan ini, pembicaraan tidak hanya akan dilanjutkan, tetapi akan dilanjutkan dan memberikan hasil," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wang berharap negosiasi dapat memiliki lingkungan asing yang longgar dan baik. Hal itu sebagai responsnya saat ditanya apakah kritik AS terhadap kebijakan China tentang Muslim Uighur di Xinjiang dan demo Hong Kong akan berdampak pada negosiasi perdagangan.
Sementara itu, Pejabat Senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan sikap AS terhadap hak asasi manusia di Hong Kong dan Xinjiang seharusnya tidak mengganggu negosiasi perdagangan.
[Gambas:Video CNN]
"Kami dapat mempertahankan posisi berbasis prinsip kami pada hal-hal terkait ini. Sementara, pada saat yang sama, menyusun kesepakatan yang membahas kepentingan kedua belah pihak dalam perdagangan," ujar pejabat tersebut.
Selama perang dagang, kedua negara dengan perekonomian terbesar dunia itu telah menetapkan tarif tambahan terhadap produk impor satu sama lain yang bernilai miliaran dolar AS. Hal itu mengganggu rantai pasokan global dan berdampak pada pasar keuangan.
(hns/sfr)