Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan secara teknikal IHSG mengindikasikan kenaikan.
"Namun, penguatan ini diperkirakan hanya bersifat sementara," kata Dennies dalam risetnya, dikutip Senin (7/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini, fokus investor adalah data jumlah pekerjaan AS yang rutin diumumkan setiap bulan," imbuhnya.
Senada, Analis Senior KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko meramalkan IHSG mampu menguat terbatas. Alasannya, secara teknikal, IHSG berhasil menyentuh posisi di atas 6.020 pada penutupan perdagangan pekan lalu.
[Gambas:Video CNN]
IHSG terpantau menguat pada penutupan perdagangan Jumat (4/10). Indeks ditutup di level 6.061 naik tipis 22,73 poin atau 0,38 persen.
Itu menandakan, sambung dia, risiko koreksi ke 5.900 terhindarkan untuk sementara waktu.
"Sehingga kami rekomendasi untuk mengambil posisi buy di saham big cap dan lapis dua pilihan," tuturnya.
Ia memperkirakan IHSG akan berada di rentang 6.100-6.150.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak menguat pada perdagangan Jumat (4/10). Dow Jones loncat 1,42 persen menjadi 26.573. Lalu, S&P 500 naik 1,42 persen ke posisi 2.952. Sedangkan, Nasdaq Composite bertumbuh 1,4 persen menjadi 7.982.