Pangkas Biaya Operasi, HSBC akan PHK 10 Ribu Karyawan

CNN Indonesia | Senin, 07/10/2019 15:05 WIB
Pangkas Biaya Operasi, HSBC akan PHK 10 Ribu Karyawan Ilustrasi HSBC. (Omar TORRES / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- HSBC berencana memberhentikan hingga 10 ribu staf. Sebuah laporan menyatakan pengurangan karyawan tersebut sebagian besar dilakukan pada pekerja yang bergaji tinggi.

Pengurangan ditempuh sebagai  bagian dari kebijakan pemotongan biaya  operasional yang dilakukan bos baru HSBC Noel Quinn. Efisiensi tersebut dilakukan karena bank tersebut kini tengah berjuang untuk menyesuaikan diri dengan penurunan suku bunga, Brexit dan perang dagang antara AS dengan China yang sudah berjalan lama.

"Kami sudah tahu selama bertahun-tahun bahwa kami perlu melakukan sesuatu pada basis biaya kami yang komponen terbesar di antaranya adalah orang. Sekarang kami akhirnya menangkap masalah itu," kata sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip dari AFP, Senin (7/10).


Bank yang berkantor pusat di London bulan lalu mengeluarkan pengumuman mengejutkan. CEO John Flint keluar dari bank tersebut setelah 18 bulan menduduki jabatan tersebut. Tetapi mereka tidak memberikan alasan atas keputusan tersebut.
Pada saat yang sama ia mengungkapkan akan memangkas dua persen dari tenaga kerja globalnya, atau sekitar 4.000 orang. Posisi pekerja yang akan dipangkas kebanyakan berada di jajaran manajemen.

Pemangkasan bertujuan untuk mengatasi gejolak global. Namun di tengah kebijakan tersebut, laba bersih HSBC justru dilaporkan naik 18,6 persen YoY menjadi $ 8,5 miliar pada semester I 2019 kemarin.

Kenaikan laba terjadi di saat bank-bank di AS termasuk JPMorgan Chase dan Wells Fargo telah menurunkan perkiraan laba 2019 mereka. Penurunan dilakukan terkait dengan pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan bank sentrak AS dalam menanggapi prospek pertumbuhan global yang melemah.

Suku bunga yang lebih rendah berarti lebih sedikit untung dari pinjaman yang dibuat oleh bank, terutama jika mereka menawarkan pengembalian deposito yang lebih tinggi untuk menarik pelanggan.

Bulan lalu pemberi pinjaman terbesar kedua Jerman Commerzbank mengatakan pihaknya berencana untuk memangkas 4.300 pekerja mereka. Jumlah tersebut mencapai sepersepuluh dari tenaga kerjanya.

Bukan hanya itu saja, mereka juga menutup 200 cabang. Deutsche Bank telah mengumumkan 18.000 pemutusan hubungan kerja dan Societe Generale 1.600 orang Prancis.

[Gambas:Video CNN]
(AFP/agt)