Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.156 per dolar AS atau melemah dibanding Jumat lalu, yakni Rp14.135 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp14.139 hingga Rp14.163 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,25 persen, dolar Singapura 0,23 persen, peso Filipina 0,19 persen, dolar Hong Kong 0,06 persen, bath Thailand 0,03 persen, won Korea 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiongkok memberikan sinyal bahwa Tiongkok tidak akan memberikan semua yang diinginkan AS," tutur Ariston kepada CNNIndonesia.com, Senin (7/10).
Di sisi lain, tren pelemahan tingkat imbal hasil obligasi AS membatasi pelemahan rupiah.
Di AS, kekhawatiran resesi memudar setelah data penciptaan lapagan kerja, di luar sektor pertanian, periode September 2019 tercatat 136 ribu orang. Selain itu, tingkat pengangguran pada periode yang sama juga turun ke level 3,5 persen dari 3,7 persen pada Agustus lalu.
"Tingkat pengangguran di level 3,5 persen itu merupakan yang terendah dalam 50 tahun terakhir," katanya.
Kendati demikian pelemahan rupiah yang lebih dalam bisa ditahan oleh faktor domestik.
[Gambas:Video CNN]
Hari ini, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2019 tercatat US$124,3 miliar. Ibrahim menilai posisi tersebut cukup tinggi meski lebih rendah dari posisi akhir Agustus 2019 yang tercatat US$126,4 miliar.
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Februari 2019 juga menurun 50 ribu orang menjadi 6,82 juta orang.