Diramal Stabil, Harga Emas Antam 'Pede' Naik Jadi Rp766 Ribu

CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 10:11 WIB
Diramal Stabil, Harga Emas Antam 'Pede' Naik Jadi Rp766 Ribu Emas batangan. (Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berada di posisi Rp766 ribu per gram pada Kamis (10/10) atau naik Rp4.000 dari Rp762 ribu per gram pada Rabu (9/10).

Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) meroket Rp8.000 dari Rp679 ribu menjadi Rp687 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp407,5 ribu, 2 gram Rp1,48 juta, 3 gram Rp2,2 juta, 5 gram Rp3,65 juta, 10 gram Rp7,23 juta, 25 gram Rp17,98 juta, dan 50 gram Rp35,88 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp71,7 juta, 250 gram Rp179 juta, 500 gram Rp357,8 juta, dan 1 kilogram Rp711,6 juta.


Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
Harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.512,5 per troy ons atau melemah tipis 0,02 persen. Sebaliknya harga emas di perdagangan spot justru menguat 0,23 persen ke US$1.509,1 per troy ons pada pagi ini.

Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono memperkirakan rentang pergerakan harga emas di pasar internasional akan melebar, namun dengan kecenderungan stabil. Proyeksinya, harga emas bergerak di kisaran US$1.490 per troy ons sampai US$1.520 per troy ons.

"Jika harga emas menembus kisaran US$1.500 per troy ons, maka akan ke bawah (melemah kembali). Sebaliknya, bisa saja bertahan di atas level tersebut," ungkap Suluh kepada CNNIndonesia.com.
[Gambas:Video CNN]
Menurut Suluh, ada beberapa sentimen yang perlu diwaspadai karena dapat mempengaruhi pergerakan harga emas pada hari ini. Pertama, potensi penurunan harga akibat kenaikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

"Harga emas bisa turun karena profit taking (aksi ambil untung)," ucapnya.

Kedua, harga emas bisa turun karena pasar masih cukup khawatir dengan kelanjutan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China yang tak kunjung berakhir. Bahkan, sampai saat ini tidak ada kata sepakat pada beberapa poin penting.

Ketiga, ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter dari bank sentral AS, The Federal Reserve. Pertemuan FOMC sendiri baru terjadi pada akhir bulan ini.
(uli/lav)