Ia mengakui kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi masalah fundamental sehingga daya saing Indonesia tertinggal dengan negara tetangga di Asia Tenggara. Guna memperbaiki kualitas SDM sebenarnya pemerintah telah mengalokasikan 20 persen dari APBN untuk sektor pendidikan.
Dengan porsi tersebut, tahun ini, pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp492,5 triliun untuk sektor pendidikan. Alokasinya meningkat menjadi Rp508,08 triliun tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan evaluasi ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan di tingkat kementerian, mulai dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama (Kemenag) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) hingga pemerintah daerah (Pemda).
[Gambas:Video CNN]
Selain anggaran pendidikan, ia menuturkan pemerintah telah meluncurkan kebijakan fiskal lain untuk meningkatkan SDM Indonesia. Kebijakan itu meliputi dana transfer ke daerah untuk peningkatan kualitas pendidikan dan insentif pajak bagi perusahaan yang terlibat dalam program pendidikan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) alias super deductible tax.
"Jadi apakah kami perlu untuk melakukan betul-betul evaluasi bersama. Apa efektifitasnya dan bagaimana memperbaiki hasil dari keseluruhan anggaran yang sudah dialokasikan untuk pendidikan tersebut," katanya.