Pertama, Zona I. Nilai investasi yang diperlukan untuk pembangunan proyek di Zona I mencapai Rp9,87 triliun. Besaran dana investasi tersebut akan dipikul oleh APBN dan APBD DKI Jakarta.
Dana APBN didapat dari bantuan Jepang. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan untuk dana APBN, besaran dana yang akan digelontorkan mencapai Rp7,7 triliun. Anggaran akan digelontorkan melalui Kementerian PUPR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Luas lahan 3,9 hektare dengan kapasitas sebesar 240 ribu meter kubik per hari untuk melayani 220 ribu sambungan rumah atau 989.389 jiwa," katanya dalam pernyataan yang dikutip CNNIndonesia.com, Senin (14/10).
Sedangkan kedua, Zona 6. Proyek ini diperkirakan akan menelan dana Rp4,6 triliun. Dana pembangunan tersebut akan berasal dari pinjaman luar negeri yang dikelola Kementerian PUPR sebesar Rp3,75 dan Rp0,85 triliun lainnya dari APBD DKI Jakarta.
[Gambas:Video CNN] (agt)