Jokowi Bantu PDAM Supaya Mudah 'Ngutang' ke Bank

CNN Indonesia | Rabu, 24/07/2019 19:23 WIB
Jokowi Bantu PDAM Supaya Mudah 'Ngutang' ke Bank Ilustrasi utang. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah memberikan bantuan bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk utang ke perbankan guna membiayai pengembangan sistem air minum. Kemudahan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2019 tentang Pemberian Jaminan dan Subsidi Bunga oleh Pemerintah Pusat dalam Rangka Percepatan penyediaan Air Minum.

Dalam perpres yang ditandatangani Presiden Jokowi 4 Juli tersebut, bantuan diberikan dalam dua bentuk.

Pertama, jaminan atas pembayaran kembali kredit atau utang yang dihimpun PDAM kepada bank.


Total jaminan yang diberikan pemerintah sebanyak 70 persen dari jumlah kewajiban pembayaran kembali pokok kredit PDAM yang telah jatuh tempo. Jaminan tersebut nantinya akan diperhitungkan sebagai utang PDAM kepada pemerintah pusat.
Kedua, dengan memberikan subsidi bunga dan tingkat bunga selama jangka waktu kredit investasi sebesar imbal hasil rata-rata terimbang hasil lelang surat perbendaharaan negara 12 bulan sebagai acuan suku bunga ditambah 5 persen. 

Jangka waktu pemberian jaminan dan subsidi bunga tersebut diberikan paling lama 20 tahun. Namun, untuk mendapatkan kemudahan tersebut pemerintah memberlakukan syarat, PDAM harus berkinerja sehat dan telah menetapkan tarif rata-rata yang lebih besar dari seluruh biaya rata-rata per unit.

Selain itu, kredit juga harus digunakan hanya untuk tujuan investasi. Jokowi dalam pertimbangan perpres tersebut mengatakan aturan dikeluarkan dalam rangka mempercepat penyediaan air minum. "Dan untuk mendorong pencapaian akses aman 100 persen air minum," katanya seperti dikutip dari aturan tersebut, Rabu (24/7).

Selain itu, aturan juga dikeluarkan untuk mendorong perbankan nasional memberikan kredit investasi ke PDAM. 

[Gambas:Video CNN]

(agt)