Nilai tersebut, anjlok 17,8 persen, lebih dalam jika dibandingkan dengan penurunan ekspor sepanjang Agustus yang 16 persen. Impor produk AS yang dilakukan China juga menurun 20,6 persen dari tahun sebelumnya menjadi US$ 10,6 miliar.
Tak hanya ke Eropa, penurunan ekspor China juga terjadi pada perdagangan global. Data bea cukai setempat melaporkan ekspor Negeri Tirai Bambu hanya mencapai US$218,1 miliar, melemah 1,4 persen dibanding tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kuartal II lalu, pertumbuhan ekonomi China tercatat melambat 6,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut merupakan yang terendah dalam 26 tahun terakhir.
Pertumbuhan China diramalkan akan melambat lagi ke level 5,9 persen pada kuartal III nanti, di bawah target tahun ini yang minimal 6 persen.
[Gambas:Video CNN]
Perang dagang telah berkecamuk antara China dengan AS sejak pertengahan 2018 lalu. Kedua belah pihak sampai dengan saat ini masih mencari jalan untuk menyelesaikan konflik dagang tersebut.
Sinyal damai perang dagang muncul pekan lalu. Presiden AS Donald Trump setuju menunda serangan tarif tambahan terhadap impor China. Sinyal juga ditangkap dari kemauan China membeli produk pertanian AS senilai US$500 miliar.
Meskipun demikian, AS masih punya rencana menaikkan tarif impor atas barang bernilai US$160 miliar asal China mulai Desember mendatang.
Sinyal damai perang dagang muncul pekan lalu. Presiden AS Donald Trump setuju menunda serangan tarif tambahan terhadap impor China. Sinyal juga ditangkap dari kemauan China membeli produk pertanian AS senilai US$500 miliar.
Meskipun demikian, AS masih punya rencana menaikkan tarif impor atas barang bernilai US$160 miliar asal China mulai Desember mendatang.