Menko Darmin Tak Yakin Perang Dagang AS-China Sudah Berakhir

CNN Indonesia | Senin, 14/10/2019 13:54 WIB
Menko Darmin Tak Yakin Perang Dagang AS-China Sudah Berakhir Menko Perekonomian Darmin Nasution. (CNN Indonesia/Daniela Dinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution merasa tak yakin perang dagang antara Amerika Serikat dan China akan berakhir walau kedua negara tersebut telah mengumumkan kesepakatan penundaan serangan tarif pada akhir pekan lalu.

"Kami sih menganggapnya bukan optimis lah, tapi rasanya mereka sudah mulai kapok juga," ucap Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/10).

Darmin menjelaskan kesepakatan sementara AS-China sejatinya hanya menampakkan bahwa kedua negara sudah sadar akan kerugian yang mereka terima akibat perang dagang selama ini.


"Mereka sudah mulai merasakan dampaknya, Amerika mungkin pertumbuhannya tidak banyak juga, China juga. Amerika, rakyatnya betul-betul marah, terutama petani-petaninya, walau negara maju, tapi petaninya banyak dia itu," terangnya.

Ia mengatakan kesepakatan akhir pekan kemarin tak serta merta memberi sinyal damai dari perang dagang yang sudah dilakoni dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai perang dagang merupakan peristiwa yang mudah muncul, namun sampai kapan pun akan sulit diselesaikan.

Apalagi, AS sudah menaikkan tarif bea masuk impor atas produk asal China beberapa kali. Perdamaian yang terjadi antara dua negara tersebut tak akan serta merta membuat tarif impor yang diberlakukan As dan China tersebut bisa langsung diturunkan kembali.

Menurutnya, ada kemungkinan perdamaian kedua negara nanti hanya akan mengerem potensi kenaikan tarif dan tidak mengembalikan semuanya seperti semula. Bahkan, sekalipun ada potensi penurunan tarif bea masuk impor, tentu hal itu akan dilakukan dengan masa transisi.

[Gambas:Video CNN]
"Perang dagang yang sudah terlanjur itu tidak bisa kayak mobil yang dimatikan mesinnya, tidak bisa. Itu kan bea masuknya sudah tinggi, masa langsung nol? Bisa pusing benar semuanya," tuturnya.

Kendati begitu, Darmin tak bisa memberi proyeksi kapan sekiranya ketegangan perang dagang AS-China bisa benar-benar berakhir. Begitu pula perkiraan terhadap perbaikan kondisi ekonomi kedua negara, dunia, hingga negara-negara lain yang sempat mendapat dampak ketegangan.

Sebelumnya, Negeri Paman Sam dan Negeri Tirai Bambu dikabarkan sudah mencapai kesepakatan sementara dari proses negosiasi damai perang dagang yang dijalankan kedua negara. Kabarnya, AS-China menyepakati beberapa hal terkait perdagangan, seperti perjanjian nilai mata uang, pembelian produk pertanian, dan penundaan kenaikan tarif baru.

Sinyal kesepakatan sementara datang dari cuitan Presiden AS Donald Trump di akun Twitter pribadinya. Kabarnya, Trump juga dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.

(uli/agt)