IHSG menguat di tengah rilis defisit neraca dagang sebesar US$160 juta pada September 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor turun 1,29 persen dari USD14,28 miliar di Agustus menjadi USD14,10 miliar pada September. Nilai ekspor turun lebih tajam secara tahunan sebesar 5,74 persen.
Sementara itu, impor naik tipis 0,63 persen dari US$14,17 di Agustus menjadi USD14,26 miliar di September. Namun, impor turun 2,41 persen secara tahunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG menguat bersama indeks saham Asia lainnya. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang naik 1,87 persen dan Kospi Index di Korea Selatan naik 0,04 persen. Sedangkan, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,07 persen.
Tak jauh berbeda, mayoritas indeks saham di Eropa bergerak menguat. Indeks DAX di Jerman naik 0,25 persen dan CAC All-Tredable di Perancis naik 0,33 persen. Sementara itu, FTSE100 di Inggris turun 0,30 persen.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)