Abaikan Defisit Neraca Dagang, IHSG Menguat ke Level 6.158

CNN Indonesia | Selasa, 15/10/2019 16:30 WIB
Abaikan Defisit Neraca Dagang, IHSG Menguat ke Level 6.158 Ilustrasi IHSG. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.158 pada Selasa (15/10) sore. Posisi tersebut naik 31,29 poin atau 0,51 persen.

IHSG menguat di tengah rilis defisit neraca dagang sebesar US$160 juta pada September 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor turun 1,29 persen dari USD14,28 miliar di Agustus menjadi USD14,10 miliar pada September. Nilai ekspor turun lebih tajam secara tahunan sebesar 5,74 persen.

Sementara itu, impor naik tipis 0,63 persen dari US$14,17 di Agustus menjadi USD14,26 miliar di September. Namun, impor turun 2,41 persen secara tahunan.


RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp8,61 triliun dengan volume 15,76 miliar saham. Pelaku pasar asing tercatat jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp643,31 miliar.

Pada penutupan kali ini, 193 saham bergerak menguat, 207 turun, dan 156 lainnya tidak bergerak. Di sisi lain, mayoritas indeks sektoral menguat. Sektor industri dasar memimpin penguatan sebesar 2,81 persen sedangkan sektor pertambangan, agrikultur, dan aneka industri terpantau melemah.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pukul 16.15 WIB melemah 0,18 persen ke posisi Rp14.165 per dolar AS. Sejak pagi, rupiah bergerak dalam rentang Rp14.138-Rp14.168 per dolar AS.

IHSG menguat bersama indeks saham Asia lainnya. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang naik 1,87 persen dan Kospi Index di Korea Selatan naik 0,04 persen. Sedangkan, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,07 persen.

Tak jauh berbeda, mayoritas indeks saham di Eropa bergerak menguat. Indeks DAX di Jerman naik 0,25 persen dan CAC All-Tredable di Perancis naik 0,33 persen. Sementara itu, FTSE100 di Inggris turun 0,30 persen.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)