IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan, Pemerintah Tak Ubah Fokus

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 07:38 WIB
IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan, Pemerintah Tak Ubah Fokus Menko Perekonomian Darmin Nasution. (CNN Indonesia/Daniela Dinda).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan keputusan Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tak mempengaruhi fokus pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia bilang pemerintah akan meneruskan kebijakan-kebijakan yang telah digagas sebelumnya.

"Dia menurunkan, kemudian kenapa kami jadi pusing? Itu hitungan biasa saja. Tetapi, ya kami menyiapkan langkah-langkah menurut apa yang kami rencanakan sendiri," katanya, Selasa (15/10).

Lembaga internasional itu menurunkan target pertumbuhan ekonomi global 2019 sebanyak 0,3 persen dari 3,3 persen menjadi 3 persen pada Selasa (15/10). Itu berarti, IMF telah memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi global dua kali.


Sebelumnya, pada April IMF menurunkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 0,2 persen dari prediksi awal di Januari 3,5 persen menjadi 3,3 persen. Dalam laporan World Economic Outlook edisi Oktober, Penasihat Ekonomi sekaligus Direktur Departemen Riset IMF Gita Gopinath menuturkan proyeksi tersebut merupakan angka paling rendah sejak krisis keuangan global.

Ia mengkonfirmasi jika pertumbuhan ekonomi global melambat akibat perang dagang. "Meningkatnya hambatan perdagangan dan ketegangan geopolitik terus melemahkan pertumbuhan ekonomi global," katanya.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi global dipicu penurunan tajam sektor manufaktur dan perdagangan global. Kondisi ini disebabkan kenaikan tarif dan ketidakpastian kebijakan dagang sehingga mengganggu arus investasi dan permintaan barang modal.

Tahun depan, IMF mematok target moderat untuk pertumbuhan ekonomi yakni 3,4 persen, atau turun 0,2 persen dari proyeksi April lalu. Pasalnya, IMF memperkirakan perang dagang AS-Cina bakal mengurangi tingkat PDB global sebesar 0,8 persen pada 2020.

Darmin meyakini seluruh kebijakan-kebijakan yang digagas pemerintah selama ini sudah tepat dalam mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Pemerintah fokus menggenjot investasi untuk mengurangi risiko lesunya ekonomi global.

[Gambas:Video CNN]
Pemerintah kata Darmin sudah mulai membenahi 'dapur' dalam negeri. Pembenahan sudah mulai dilakukan dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif fiskal, seperti tax holiday dan tax allowance. Semua upaya itu bertujuan untuk menarik investasi asing ke dalam negeri.

Dengan demikian, ia berharap investasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi ketika ekspor dan impor menghadapi tantangan dari perlambatan ekonomi global.

"Itu yang kemudian untuk menjawab semuanya," ujarnya.

(ulf/agt)