"Dia menurunkan, kemudian kenapa kami jadi pusing? Itu hitungan biasa saja. Tetapi, ya kami menyiapkan langkah-langkah menurut apa yang kami rencanakan sendiri," katanya, Selasa (15/10).
Lembaga internasional itu menurunkan target pertumbuhan ekonomi global 2019 sebanyak 0,3 persen dari 3,3 persen menjadi 3 persen pada Selasa (15/10). Itu berarti, IMF telah memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi global dua kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun depan, IMF mematok target moderat untuk pertumbuhan ekonomi yakni 3,4 persen, atau turun 0,2 persen dari proyeksi April lalu. Pasalnya, IMF memperkirakan perang dagang AS-Cina bakal mengurangi tingkat PDB global sebesar 0,8 persen pada 2020.
Darmin meyakini seluruh kebijakan-kebijakan yang digagas pemerintah selama ini sudah tepat dalam mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Pemerintah fokus menggenjot investasi untuk mengurangi risiko lesunya ekonomi global.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah kata Darmin sudah mulai membenahi 'dapur' dalam negeri. Pembenahan sudah mulai dilakukan dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif fiskal, seperti tax holiday dan tax allowance. Semua upaya itu bertujuan untuk menarik investasi asing ke dalam negeri.
Dengan demikian, ia berharap investasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi ketika ekspor dan impor menghadapi tantangan dari perlambatan ekonomi global.
"Itu yang kemudian untuk menjawab semuanya," ujarnya.