Khawatir Hubungan AS-China Memanas, Rupiah Loyo Rabu Pagi

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 08:49 WIB
Khawatir Hubungan AS-China Memanas, Rupiah Loyo Rabu Pagi Ilustarasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp14.180 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Rabu (16/10) pagi. Posisi ini melemah 0,10 persen dibanding penutupan pada Selasa (15/10), Rp14.166 per dolar AS.

Sementara itu, mayoritas mata uang di Asia melemah terhadap dolar AS. Rupee India keok sebesar 0,45 persen, yuan China 0,20 persen, dan lira Turki 0,16 persen.

Kondisi yang sama juga terjadi pada won Korea yang melemah 0,10 persen, dolar Singapura 0,09 persen, peso Filipina 0,05 persen, serta ringgit Malaysia 0,04 persen.


Di kawasan Asia, hanya yen Jepang dan Baht Thailand yang menguat terhadap dolar AS, dengan penguatan masing-masing sebesar 0,17 persen dan 0,12 persen.

Di negara maju, pergerakan mayoritas mata uang juga melemah terhadap dolar AS. Misalnya, poundsterling Inggris melemah 0,29 persen. Lalu, dolar Australia melemah 0,25 persen dan euro keok 0,02 persen.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai rupiah melemah karena isu China akan membalas jika AS mencampuri urusan internal politik Tiongkok terkait  undang-undang Hong Kong.

"Kabar ini dikhawatirkan akan kembali meninggikan friksi dagang antara AS dan Tiongkok dan menyulitkan untuk mendapatkan kesepakatan, ini akan menekan rupiah," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com Rabu, (16/10).

Padahal, lanjut Ariston, kekhawatiran mengenai negosiasi dagang sebenarnya sudah sempat mereda setelah China menerima kesepakatan parsial yang telah dicapai dengan AS kemarin.
[Gambas:Video CNN]
Kekhawatiran pasar pun kembali muncul karena pasar mulai berspekulasi kesepakatan parsial yang terjadi pekan lalu nyatanya tidak memberikan efek jangka panjang.

Selain itu, dari sisi domestik, Ariston menilai data neraca perdagangan Indonesia yang defisit disertai penurunan aktivitas ekspor dan impor juga akan berimbas pada tertekannya rupiah.

Lebih lanjut, ia menilai rupiah berpotensi bergerak di Rp 14.120 sampai dengan Rp14.220 per dolar AS hari ini.
(ara/sfr)