Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan pengguna tol hanya dapat memakai uang elektronik (e-money) yang berbasis chip untuk membayar tol.
Nantinya, masyarakat bisa menggunakan alat pembayaran berbasis server yang terhubung dengan sumber pembiayaan langsung. Dengan demikian, pengguna tol bisa memakai rekening, kartu debit, dan kartu kredit untuk membayar tarif tol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, BI dan pemerintah menyepakati 12 poin kerja sama terkait pemanfaatan sistem pembayaran elektronik untuk transaksi pemerintah. Salah satunya adalah terkait sistem transportasi.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan Kementerian PUPR sudah merancang ruas tol mana saja yang akan dijadikan objek percobaan. Hanya saja, ia tak menyebut ruas mana saja yang dimaksud.
[Gambas:Video CNN]
"Sudah didesain oleh Kementerian PUPR, dan nanti ada beberapa provider integrasi, termasuk sistem pembayarannya seperti apa," ucap Perry.
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan program sistem jalan berbayar (electronic road pricing/ERP) juga akan menggunakan sistem pembayaran tanpa henti. Dengan begitu, bukan hanya jalan tol yang nantinya menggunakan skema tersebut.
"Jadi ini artinya pas melakukan pembayaran tidak perlu berhenti, lewat saja semua akan terekam. Ini berproses dengan BI juga," pungkas Bambang.
Dalam hal ini, Kementerian PUPR menargetkan pelaksanaan sistem pembayaran tanpa henti bisa diimplementasikan pada tahun depan.