BPJS Ketenagakerjaan Raih Dua Penghargaan Kelas Dunia

BPJS Ketenagakerjaan, CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 20:00 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Raih Dua Penghargaan Kelas Dunia Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
BPJS Ketenagakerjaan meraih dua penghargaan dari International Social Security Association (ISSA) dalam hal pengembangan dan pemanfaatan Sistem Teknologi Informasi (TI) dan pelaksanaan program Return to Work.

Penghargaan itu diberikan dalam pertemuan institusi jaminan sosial sedunia (World Social Security Forum/WSSF) yang digelar di Brussels, Belgia, dan dihadiri 152 negara.

Penghargaan ini diberikan kepada lembaga yang mampu mengimplementasikan pedoman dan standar internasional jaminan sosial (Guidelines) dari ISSA, yaitu ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Information Communication Technology (ICT) dan ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Return to Work (RTW).

BPJS Ketenagakerjaan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia, dari tujuh penerima penghargaan.

Sekretaris Jenderal ISSA Marcelo Abi-Ramia Caetano menyatakan sistem IT dan program RTW BPJS Ketenagakerjaan telah berhasil memenuhi semua aspek panduan yang ditentukan oleh ISSA, bahkan memberikan masukan yang krusial untuk penyempurnaan panduan tersebut.

Seremonial pemberian penghargaan ISSA ini dilaksanakan pada Rabu pagi (16/10) dan disaksikan langsung oleh lebih dari seribu delegasi WSSF yang merupakan perwakilan dari lebih dari 300 institusi jaminan sosial yang berasal dari 152 negara.

Pertemuan WSSF sendiri direncanakan berlangsung sejak tanggal 14-18 Oktober 2019 dan dihadiri oleh menteri dan petinggi jaminan sosial sedunia.


Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, berharap apresiasi ini menjadi penyemangat dan motivasi bagi insan BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia.

"Penghargaan ini sangat spesial, karena lembaga jaminan sosial di Indonesia baru pertama kali menerima penghargaan setingkat ISSA Certificate of Excellence dan pertama kali juga sebuah lembaga langsung sekaligus mendapatkan 2 (dua) award, untuk ICT dan RTW," kata Agus.

Agus menjelaskan, kunci BPJS Ketenagakerjaan adalah berusaha mengoptimalkan kapasitas internal dalam mengembangkan sistem TI yang handal, namun tetap efisien dan memenuhi standar keamanan yang baik.

"Berbagai inovasi yang dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan seperti sistem keagenan PERISAI, aplikasi mobile BPJSTKU, hingga antrian online untuk Klaim JHT dapat berjalan baik berkat dukungan sistem TI yang mumpuni," kata Agus.

Sementara pelaksanaan program RTW dari BPJS Ketenagakerjaan disebut Agus telah mengalami perkembangan pesat, dengan jumlah pekerja korban kecelakaan kerja yang telah bekerja kembali mencapai 583 orang.

"Hal ini juga tercapai berkat kerjasama kami dengan 7.417 rumah sakit yang berperan sebagai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dan perusahaan peserta kami di seluruh Indonesia," kata Agus.

"Dua Penghargaan ini menjadi bukti bagi dunia bahwa pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia telah sesuai, bahkan di atas standar Internasional." (vws)