"Salah satunya adalah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki potensi di bidang fesyen, seni pertunjukkan, kuliner, dan kriya," ujar Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Bekraf Endah Wahyu Sulistianti seperti dikutip dari Antara, Jumat (18/10).
Selain Kupang, Kota Ambon juga disebut memiliki potensi sektor ekonomi kreatif yang besar, terutama pada subsektor musik dan seni pertunjukkan yang telah mendunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana aksi tersebut akan menjadi pedoman arah kebijakan pengembangan ekonomi daerah dan menjadi alat untuk mengukur kemajuan perkembangan di masing-masing daerah.
Menurut Endah, ekonomi kreatif dapat menjadi akselerator pengembangan ekonomi daerah dan mendukung pemerataan ekonomi di Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
Ia menyebut, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan ekonomi kreatif berkontribusi sebesar Rp1.105 triliun terhadap perekonomian domestik 2018. Selain itu, ekonomi kreatif juga menyerap tenaga kerja sebesar 17,69 juta atau 14,61 persen tenaga kerja nasional 2017.
Hal itu bisa terjadi karena ekonomi kreatif bersifat inklusif. Dalam hal ini tidak memandang usia, gender, dan pendidikan. Bahkan, penyandang disabilitas bisa turut ambil bagian dalam ekonomi kreatif.