Sebab, perekonomian China mulai tertekan begitu bendera perang dagang dikibarkan oleh Negeri Paman Sam. Biro Statistik China baru saja merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III 2019 sebesar 6 persen.
Kinerja perekonomian negara itu turun dari 6,2 persen pada kuartal II 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila perekonomian China membaik, sambungnya, ekonomi Indonesia bisa ikut pulih. Maklum saja, China merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi Indonesia setelah AS.
Sebelumnya, Juru Bicara Biro Statistik China Mao Shengyong mengatakan bahwa China menghadapi risiko dan tantangan ekonomi yang luar biasa dari dalam maupun luar negeri. Ini yang menyebabkan penurunan ekonomi pada periode Juli-September 2019.
[Gambas:Video CNN]
Dari luar negeri, tantangan berasal dari perang dagang dengan AS. Sementara dari dalam, ada perlambatan ekonomi domestik dan kenaikan harga daging akibat wabah babi di negara tersebut.
China sendiri telah mendorong langkah-langkah stimulus pada tahun ini dengan meningkatkan tingkat penggantian pajak untuk eksportir terkait dengan pengenaan tarif AS. Kemudian, meningkatkan pinjaman bank serta mengerek pengeluaran pada proyek-proyek infrastruktur utama termasuk jalan dan kereta api. (uli/agt)