Jokowi sebelumnya mengatakan akan memperkenalkan menteri kabinet kerja jilid II pada hari ini. Hal itu diungkapkan Jokowi setelah dilantik pada Minggu (20/10) kemarin.
Artinya, ada kemungkinan Erick didapuk menjadi salah satu menteri anggota kabinet kerja di pemerintahan Jokowi untuk periode 2019-2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan juga terjadi pada saham Intermedia Capital yang ditutup menguat 11,21 persen ke level Rp119 per saham pada sesi I perdagangan hari ini. Angka itu merupakan harga tertinggi sejak perdagangan 25 September 2019. Saham perusahaan terpantau lebih banyak berada dalam tren pelemahan dalam satu bulan terakhir.
Senior Vice President Royal Investium Sekuritas Janson Nasrial menilai lonjakan kedua harga saham ini memang ada kaitannya dengan pemanggilan Erick ke Istana Negara. Dalam hal ini, investor merespons peristiwa itu secara positif.
"Kenaikan harga saham hanya sebatas euforia sesaat, jadi bisa koreksi agak dalam setelah beritanya sudah lewat," ucap Janson kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/10).
Menurutnya, kedua saham ini rentan langsung terkoreksi karena fundamental perusahaan tak begitu baik. Lihat saja, laba bersih Intermedia Capital turun signifikan pada kuartal II 2019 dari Rp225,4 miliar menjadi Rp27,81 miliar.
"Yang dinilai adalah kinerja perusahaan pada akhirnya. Kinerja keuangan Intermedia Capital tidak terlalu baik," terang dia.
Mengutip laporan keuangan perusahaan, jumlah rugi bersih pada enam bulan pertama tahun ini sebesar Rp2,36 miliar. Angkanya menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,32 miliar.
Karenanya, Janson mengimbau investor untuk hati-hati dalam mengonsumsi saham Intermedia Capital dan Mahaka Media. Terlebih, saham Mahaka Media dinilainya sudah terlampau mahal saat ini.
"Investor harus waspada karena bisa koreksi cukup lumayan," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)