Erick Dipanggil Jokowi, Saham Mahaka Media Melesat Siang Ini

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 13:34 WIB
Erick Dipanggil Jokowi, Saham Mahaka Media Melesat Siang Ini Kedatangan Erick ke Istana Negara mendongkrak harga sama Intermedia Capital dan Mahaka Media. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga saham PT Mahaka Media Tbk melambung hingga 28 persen setelah pemilik usaha media itu yang sekaligus Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin di pemilihan presiden (pilpres) 2019 Erick Tohir menyambangi Istana Negara, Senin (21/10).

Jokowi sebelumnya mengatakan akan memperkenalkan menteri kabinet kerja jilid II pada hari ini. Hal itu diungkapkan Jokowi setelah dilantik pada Minggu (20/10) kemarin.

Artinya, ada kemungkinan Erick didapuk menjadi salah satu menteri anggota kabinet kerja di pemerintahan Jokowi untuk periode 2019-2024.


Erick merupakan pendiri Mahaka Media. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Direktur Utama Intermedia Capital. 

Mengutip RTI Infokom, harga saham Mahaka Media melesat 28,96 persen ke level Rp236 per saham pada penutupan perdagangan Senin (21/10) siang. Harga saham emiten berkode ABBA ini mencapai titik tertinggi dalam satu bulan terakhir.

Terpantau, rata-rata harga saham Mahaka Media justru bergerak stagnan di level Rp130 per saham. Harga saham itu baru mulai bergerak ke arah Rp160 per saham pada pertengahan bulan ini dan sekarang tembus lebih dari Rp200 per saham.

Kenaikan juga terjadi pada saham Intermedia Capital yang ditutup menguat 11,21 persen ke level Rp119 per saham pada sesi I perdagangan hari ini. Angka itu merupakan harga tertinggi sejak perdagangan 25 September 2019. Saham perusahaan terpantau lebih banyak berada dalam tren pelemahan dalam satu bulan terakhir.


Senior Vice President Royal Investium Sekuritas Janson Nasrial menilai lonjakan kedua harga saham ini memang ada kaitannya dengan pemanggilan Erick ke Istana Negara. Dalam hal ini, investor merespons peristiwa itu secara positif.

Hanya saja, menurutnya, kenaikan harga saham tersebut merupakan euforia semata lantaran bukan berdasarkan fundamental perusahaan.

"Kenaikan harga saham hanya sebatas euforia sesaat, jadi bisa koreksi agak dalam setelah beritanya sudah lewat," ucap Janson kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/10).

Menurutnya, kedua saham ini rentan langsung terkoreksi karena fundamental perusahaan tak begitu baik. Lihat saja, laba bersih Intermedia Capital turun signifikan pada kuartal II 2019 dari Rp225,4 miliar menjadi Rp27,81 miliar.

"Yang dinilai adalah kinerja perusahaan pada akhirnya. Kinerja keuangan Intermedia Capital tidak terlalu baik," terang dia.

Kinerja Mahaka Media juga tercatat buruk. Bahkan, perusahaan masih merugi hingga kuartal II 2019. Walaupun memang, jumlah kerugiannya berkurang dari sebelumnya.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, jumlah rugi bersih pada enam bulan pertama tahun ini sebesar Rp2,36 miliar. Angkanya menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,32 miliar.

Karenanya, Janson mengimbau investor untuk hati-hati dalam mengonsumsi saham Intermedia Capital dan Mahaka Media. Terlebih, saham Mahaka Media dinilainya sudah terlampau mahal saat ini.

"Investor harus waspada karena bisa koreksi cukup lumayan," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)