Saat diwawancara wartawan, Airlangga memberi sinyal bahwa Presiden Jokowi akan memberikan kursi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian kepada dirinya di pemerintahan kabinet baru.
Sinyal itu berasal dari hasil diskusi Jokowi dengan Airlangga yang menitikberatkan pada pembenahan defisit neraca perdagangan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Keduanya berdiskusi ketika Airlangga memenuhi panggilan Jokowi ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka yang perlu dilakukan adalah efisiensi dan peningkatan produksi migas. Kemudian terkait dengan implementasi biofuel termasuk B100," ujarnya.
Salah satunya, sambung mantan menteri perindustrian itu, bagaimana mengembangkan kawasan Morowali agar bisa mengelola investasi yang masuk. Kemudian, agar kawasan ini bisa menghasilkan ekspor dengan nilai mencapai US$5 miliar.
Di sisi lain, Airlangga turut membenarkan pemberian jabatan menteri kepada kader Partai Golkar lainnya. Sayangnya, ia enggan merinci berapa banyak kuota kursi menteri yang akan diisi oleh para elite partai.
Kabar yang beredar di publik, Partai Golkar akan mendapat jatah empat kursi menteri di pemerintahan kabinet baru nanti. "Insya Allah (kader Golkar) ada yang dipanggil, ada yang tidak dipanggil. Kami tunggu saja sampai pengumuman," tuturnya.
Namun, Airlangga tidak bisa memastikan soal tawaran kursi menteri ke Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu yang merupakan kader Partai Golkar juga.
[Gambas:Video CNN]
"Tentu banyak hal karena beliau sebagai Bupati banyak hal yang dibahas, tapi belum tentu dengan Pak Presiden," jelasnya.
Terkait jabatan Ketua Umum Partai Golkar ke depan, katanya, akan dibahas lebih lanjut ke depan. Namun, ia enggan memberi bocoran kepada awak media.
"Pembicaraannya hanya seperti tadi saya sampaikan, soal tantangan sektor perekonomian. Terima kasih, kami tunggu sampai Rabu," pungkasnya meninggalkan awak media.
Di sisi lain, Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengaku diminta membantu Presiden Jokowi di bidang ekonomi. Namun, Erick enggan menyampaikan posisinya pemerintahan Jokowi Jilid II.
"Ekonomi. Nanti beliau (Presiden Joko Widodo) yang menyampaikan," kata Erick usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10).
"Saya rasa ya kita semua wajib lah membantu, dan ini juga sesuai dengan pidato beliau untuk rakyat lah," ujarnya.
Erick menyadari bersama CEO Gojek Nadiem Pendiri media NET Mediatama Televisi, Wishnutama memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan tak pernah berkecimpung di pemerintahan. Menurutnya, tugas negara ini terkadang tak pernah dibayangkan.
Ia mengatakan siap melepas jabatan pada sejumlah perusahaannya. Erick mengaku berat harus kembali meninggalkan dunia usaha. Terlebih, kata Erick, sebelumnya ia sudah melepaskan jabatannya ketika menjadi Ketua INASGOC 2018.
Sejak pagi tadi, Jokowi sudah memanggil sejumlah tokoh untuk mengisi kursi menteri. Mulai dari Mahfud MD, Christiany Eugenia Paruntu, Nadiem Makarim, Wishnutama, Erick Thohir, hingga Tito Karnavian.
Kabarnya, pengumuman menteri akan dilakukan pada Rabu (23/10) mendatang. Rencananya, pelantikan akan dihelat sejak pagi hari. (uli/fra)