Dorong Ekonomi, Sri Mulyani Diminta Ubah Gaya Kebijakan

CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 14:08 WIB
Dorong Ekonomi, Sri Mulyani Diminta Ubah Gaya Kebijakan Sri Mulyani Indrawati. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kalangan ekonom menilai kembalinya Sri Mulyani Indrawati sebagai menteri keuangan akan mendapatkan sambutan positif dari pelaku pasar dan pengusaha. Alasannya, pasar menilai Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mampu menjaga stabilitas fiskal melalui berbagai kebijakan ekonomi selama ini.

"Bu Sri Mulyani itu dianggap tepat oleh pasar, karena memang mampu untuk menjaga fiskal. Kalau untuk menjaga fiskal saya tidak memungkiri Sri Mulyani memang mampu menjaga fiskal," kata Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/10).

Namun demikian, ia bilang Sri Mulyani perlu mengubah gaya kebijakannya pada periode kedua dalam menghadapi perlambatan ekonomi global. Jika Sri Mulyani masih kekeh dengan gaya kebijakan fiskal serupa di periode pertama, maka ekonomi diprediksi tetap stagnan.


Ia menuturkan ekonomi Indonesia membutuhkan kebijakan penyeimbang (counter-cyclical) baik di moneter, fiskal maupun di sektor riil. Selama ini, sambung dia, Bank Indonesia telah mengeluarkan kebijakan moneter yang sifatnya telah mendukung pertumbuhan ekonomi. Sayangnya, ia menilai kebijakan moneter itu belum diimbangi dengan kebijakan fiskal yang penuh stimulus terhadap perekonomian.

Sebagai contoh, Sri Mulyani memberikan pelonggaran pajak, akan tetapi di sisi lain target penerimaan perpajakan tetap tinggi dan defisit anggaran masih dipertahankan di level rendah.

"Jangan takut untuk melebarkan defisit anggaran, harus berani menghadapi kritik atas terus bertambahnya utang pemerintah, dan fokus kepada pertumbuhan ekonomi," imbuhnya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menambahkan pasar sebetulnya telah mengantisipasi terpilihnya kembali Sri Mulyani sebagai bendahara negara. Dengan demikian, ia memprediksi tidak akan ada gejolak yang berarti di indikator pasar baik rupiah maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Stakeholder ekonomi sebetulnya tidak ada surprise (kejutan) dengan terpilihnya Sri Mulyani. Bukan berarti lantas rupiah atau IHSG menjadi bagus, tidak begitu. Karena pasar sudah tahu cara memimpin, sudah tahu keberhasilan dan kegagalannya," katanya.

Ia menilai kembalinya Sri Mulyani merupakan hal yang wajar lantaran perempuan kelahiran Semarang tersebut merupakan figur profesional yang dapat diterima oleh pasar. Tak banyak figur profesional seperti Sri Mulyani yang dekat dengan pasar.

Namun demikian, ia menyatakan Sri Mulyani harus kembali mengejar target besar yang telah dicanangkan sebelumnya, seperti penerimaan perpajakan, peningkatan rasio pajak, dan reformasi fiskal.

"Tinggal yang paling penting adalah siapa Menteri Koordinator Bidang Perekonomiannya. Karena bagaimana pun aspek Menteri Koordinator Bidang Perekonomian adalah dirjennya dalam kebijakan ekonomi," katanya.

Sebelumnya, Sri Mulyani menyatakan Presiden Jokowi kembali memerintahkannya menjadi menteri keuangan. Kepastian penunjukan tersebut disampaikan Sri Mulyani usai menghadap Jokowi di Istana, Selasa (22/10).
[Gambas:Video CNN]
"Jokowi meminta saya. Saya tetap ditugaskan menteri keuangan," katanya.

Dalam pemanggilan tersebut, Jokowi kata Sri Mulyani, memintanya untuk terus memperbaiki ekonomi Indonesia. Jokowi juga meminta kepada Sri Mulyani untuk terus mendorong penciptaan lapangan kerja dan menjadikan ekonomi Indonesia tumbuh semakin berkualitas.
(ulf/sfr)