RedDoorz Klaim Siap Jadi Unicorn Tahun Depan

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 05:17 WIB
RedDoorz Klaim Siap Jadi Unicorn Tahun Depan Ilustrasi Reddoorz. (Dok. RedDoorz).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan rintisan (startup) asal Singapura, RedDoorz menargetkan dapat menyandang status unicorn pada 2020. Kini, penyedia jasa pemesanan hotel itu tengah mencari pendanaan sekaligus melebarkan bisnisnya.

"Pendanaan dipastikan akan menjadi seri D," kata Country Head of RedDoorz Indonesia Mohit Gandas, Selasa (22/10).

Unicorn merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan perusahaan start up dengan valuasi lebih dari US$1 miliar.


RedDoorz baru saja mengantongi pendanaan seri C sebesar US$70 juta pada Agustus 2019. Tercatat sejak berdiri pada 2015, RedDoorz telah menerima total pendanaan sebesar US$140 juta. Namun demikian, Mohit enggan membeberkan posisi valuasi perusahaan saat ini.


"Pendanaan tersebut paling banyak digunakan untuk mengembangkan bisnis RedDoorz," ucapnya.

Selain mencari pendanaan, ia menuturkan RedDoorz juga akan menambah jaringan hotel hingga 5.000 unit pada 2020 di Asia Tenggara untuk mencapai target unicorn.

Dari jumlah tersebut sebesar 70 persen-80 persen setara 3.500-4.000 jaringan hotel berasal dari pasar Indonesia. Saat ini, RedDoorz tercatat memiliki 1.200 jaringan hotel di Indonesia.

"Kami targetkan jumlahnya bertambah menjadi 1.500 akhir tahun," ujarnya.


Di Indonesia, RedDoorz tersebar di lebih dari 120 kota. Lima kota dengan kontribusi meliputi Jakarta sebesar 23 persen, Bandung 11 persen, Yogyakarta 9 persen, Surabaya 6 persen, dan Malang 5 persen. Selain di Indonesia, RedDoorz telah beroperasi di Singapura, Filipina, dan Vietnam.

"Kami akan masuk ke Thailand pada kuartal I 2020," ujarnya.

Tak hanya ambisi menyandang status unicorn, perusahaan juga menargetkan dapat melantai di pasar modal atau pencatatan saham perdana (IPO). Namun demikian, lagi-lagi Mohit tak mau membeberkan pasar modal mana yang menjadi tempat pencatatan saham.

"Sekarang fokus kami adalah ekspansi di Indonesia dan Asia Tenggara," katanya.

[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)