"Pendanaan dipastikan akan menjadi seri D," kata Country Head of RedDoorz Indonesia Mohit Gandas, Selasa (22/10).
Unicorn merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan perusahaan start up dengan valuasi lebih dari US$1 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendanaan tersebut paling banyak digunakan untuk mengembangkan bisnis RedDoorz," ucapnya.
Dari jumlah tersebut sebesar 70 persen-80 persen setara 3.500-4.000 jaringan hotel berasal dari pasar Indonesia. Saat ini, RedDoorz tercatat memiliki 1.200 jaringan hotel di Indonesia.
"Kami targetkan jumlahnya bertambah menjadi 1.500 akhir tahun," ujarnya.
Di Indonesia, RedDoorz tersebar di lebih dari 120 kota. Lima kota dengan kontribusi meliputi Jakarta sebesar 23 persen, Bandung 11 persen, Yogyakarta 9 persen, Surabaya 6 persen, dan Malang 5 persen. Selain di Indonesia, RedDoorz telah beroperasi di Singapura, Filipina, dan Vietnam.
"Kami akan masuk ke Thailand pada kuartal I 2020," ujarnya.
Tak hanya ambisi menyandang status unicorn, perusahaan juga menargetkan dapat melantai di pasar modal atau pencatatan saham perdana (IPO). Namun demikian, lagi-lagi Mohit tak mau membeberkan pasar modal mana yang menjadi tempat pencatatan saham.
"Sekarang fokus kami adalah ekspansi di Indonesia dan Asia Tenggara," katanya.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)